Juara Umum PON di Papua, M TAUFIK Minta Pemprov DKI Jangan Persulit Dana Hibah

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menggelar rapat anggota tahunan (RAT) yang berlangsung di Hotel Grand Cemapaka, Jl Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Topik bahasan yang paling mendalam pada kegiatan tersebut adalah tekat kontingen olahraga DKI menjadi juara umum pada Pesta Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

Ketua Dewan Penasihat KONI DKI, Mohammad Taufik mengatakan kalau mau menargetkan sebagai juara umum harus disiapkan jauh hari. “Selain itu juga harus didukung dengan keuangan,” ujar Taufik saat memberikan sambutan pada RAT yang dihadiri ratusan undangan.

Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik berjanji akan bantu memperjuangkan dana hibah dari Pemprov DKI untuk KONI. “Kalau memang kebutuhannya sampai Rp 1 triliun, silakan saja, asal KONI bisa membuat laporan secara rinci,” tambahnya.

Untuk itu, mulai sekarang KONI agar merencanakan penyusunan anggaran untuk kegiatan tahun 2020. Saat ini KONI DKI telat membuat slogan ‘Mari Bung Rebut Kembal’ harus didukung persiapan matang termasuk keuangan.

“Saya berharap Pemprov DKI tidak akan mempersulit pencairan dana hibah,” ujar Taufik pada acara yang dihadiri Kepala Dinas Olahraga (Disorda) Achmad Firdaus yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Untuk meningkatkan prestasi atlet, kata Taufik, ia berharap Disorda tidak lagi menangani pembinaan langsung atlet prestasi. “Pembinaan agar sepenuhnya ditangani KONI supaya lebih profesional. Dan seandainya prestasi atlet menurun, maka kita bisa meminta tanggung jawab langsung KONI. Sebab, selama ini pembinaan atlet tumpang tindih sehingga Disorda dan KONI sering lepas tanggung jawab,” kata Taufik pada acara yang dihadiri Wakil Ketum KONI Pusat Suwarno.

Baca Juga:  Pelayanan Kendur & Sarat KKN, ANIES Didesak Bersihkan Tubuh Dinkes DKI

Suwarno menambahkan untuk meraih juara umum PON Papua yang akan digelar pada Oktober 2020, semua pihak harus bekerja keras. “Propinsi lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur juga bertekad untuk menjadi juara umum, maka kontingen DKI harus siap bersaing ketat,” ujar Suwarno sambil menambahkan untuk bertarung di Papua akan banyak terkendala pada sejumlah fasilitas meliputi venue yang terbatas, alat transportasi, makanan, dan lainnya.

Ketua KONI DKI, Djamhuron Wibowo, menambahkan saat ini masih ada waktu sekitar 18 bulan menghadapi PON Papua. “Semua cabang olahraga harus menyiapkan diri sebaik mungkin. Sedangka kepada Pemprov DKI, kami berharap agar pencairan dana hibah berjalan lancar supaya dapat membiaya seluruh operasional kita, terutama kelompok atlet,” ujar Djamhuron yang meyakini dana tersebut akan cair bulan Juni. ■ RED/JOKO/S

Beri Tanggapan