Selamat Jalan Sahabat, AHMAD ‘JACK’ SUNGKAWA Semua Kangen Canda & Tawamu

TANGERANG (POSBERITAKOTA) – Kabar mengejutkan datang dari seorang sahabat melalui facebook dari kalangan jurnalis di Tangerang. Innalilahi wainnalilahi rojiun. Telah berpulang ke pangkuan Illahi rekan Ahmad Sungkawa, wartawan Pos Kota. Semoga almarhum khusnul khotimah!

Betapa banyak wartawan dari berbagai bidang atau kalangan mengenalnya sangat supel dalam bergaul. Baik saat memulai liputannya di bidang hiburan (keartisan), olahraga maupun politik karena dirinya pernah ditugasi di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta.

Almarhum Ahmad Sungkawa (kaos merah) bersama kakak-kakaknya. (ist)

Tak heran jika ada tokoh politik seperti Taufik Kemas (almarhum) yang juga suami Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, mengenalnya cukup dekat. Sampai-sampai saat dirinya ingin menikah pun, mendapat sumbangan spesial dari sang tokoh tersebut.

Gue sempat disodorin sekotak KFC dari Pak Taufik. Saat itu dalam acara buka puasa bersama di kantor DPP PDIP. Pesannya, agar nasi kotak KFC itu jangan diberikan ke orang lain, karena ternyata berisikan uang sebagai sumbangan untuk persiapan pernikahan,” kenang almarhum suatu hari saat bercerita di kantor redaksi Pos Kota di Jalan Gajah Mada 100, Jakarta.

Padahal, dikisahkan Awang lebih lanjut – begitulah panggilan akrabnya, nasi kotak KFC itu sempat diberikan kepada seorang rekan wartawan lainnya. Buru-buru, Taufik Kemas pun melarangnya dan sambil membisikan sesuatu. Karena Awang paham apa isinya, kemudian mengurungkan niat dan membawanya pulang.

Kebersahajaan pria kelahiran dan berdarah Betawi yang sebelumnya pernah berkarir sebagai wartawan bidang hiburan di Majalah Ria Film, bikin sejumlah sahabat menyukai cara bergaulnya. Kemudian di tahun 1992 akhir, ia pun pindah bekerja di Harian Pos Kota. Mengawali liputan di bidang hiburan, kemudian pindah ke politik dan kriminal. Sempat sebentar ke bidang olahraga, sebelum akhirnya ditempatkan di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang.

Banyak kenangan almarhum yang dikisahkan kepada saya. Saking dekatnya, saya punya panggilan akrab kepada dia dengan nama ‘Jack‘. Sebaliknya, ia memanggil saya dengan nama ‘Boy‘. Kenakalan atau kejahilannya sangat membekas, meski semata-semata bukan untuk menyakiti hati sahabat-sahabatnya.

Kantor Gajah Mada 100 Harian Pos Kota, selalu hidup penuh canda, jika Bang Jack (saya memanggil almarhum setiap bertemu di kantor), ada saja bahan yang diceritakan. Baik itu yang bernada serius maupun canda kocak.

Dua nama Agus Johara dan Abdul Haris Irawan, rekan sekantor di Pos Kota yang kerapkali jadi bahan ‘bully‘ alias candaannya. Agus Johara misalnya, sempat dibilang menghadiahi sang pacar dengan kaos partai pemberian panitia jumpa pers. Atau, membeli buah-buahan yang masih ada label harganya ketika datang ke rumah kekasihnya.

Termasuk juga kepada Abdul Haris Irawan, dibilang selalu janjian dengan sang pacar untuk nonton bareng ke bioskop. Agar tak membelikan karcis sang pacar, rekannya itu bilang kita ketemu di dalam gedung bioskop saja. Begitu pula selalu dengan alasan dompet tertinggal, setiap ketemu atau sedang makan bareng di restoran bersama sang pacar. Itu, katanya, trick agar tak mentraktir sang kekasih.

Baca Juga:  Ingin Hidup Punya Banyak Manfaat, PRABU LANGIT Tekuni Usaha-Musik-Pengobatan

Yang jelas, ada saja segudang cerita bertujuan sebagai senda gurau dari sosok almarhum. Sedang cerita seriusnya, ia mengaku pernah pula mengaku diancam pistol oleh salah seorang petinggi kepolisian di wilayah Polda Metro Jaya, saat harus mengejar-ngejar artis Yenny Rachman di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, demi mengkomfirmasi berita. Lantaran sikap supelnya, almarhum banyak dikenal dekat dengan kalangan artis dan selebritis.

Sebut saja Raja Dangdut Rhoma Irama, Ratu Dangdut Hj Elvi Sukaesih, Rita Sugiarto, Camelia Malik, Ikke Nurjanah, Evie Tamala, Fazal Dath, Hamdan ATT serta banyak lagi. Imej Awang sebagai wartawan Pos Kota semakin menguat dan menjulang. Ia pun pernah ditugasi kantor untuk meliput ke Surabaya, agar mewawancari Inul Daratista yang akhirnya ‘naik daun‘ lewat Goyang Ngebor.

Sepanjang karir kewartawanan bergabung di Pos Kota, almarhum nyaris tanpa cela. Selalu berhasil di dalam menjalankan tugas. Bahkan termasuk cepat atau pintar beradaptasi, meski harus dipindah-pindah tugas di tempat liputan baru. Sesekali, ia pun kerapkali membawa putra pertamanya, Adis, harus menemaninya ke kantor.

Sebagai sahabat yang sangat dekat dan satu kantor selama puluhan tahun, tahu betul kalau sosok almarhum tetap tak berubah. Periang dan doyan canda tawa. Selalu bikin segar suasana, tentu saja lewat canda dan guraunya, jika lagi kumpul-kumpul dalam rehat pekerjaan di kantor, seusai menulis berita atau sedang menunggu jam deadline.

Kepergian almarhum untuk selamanya cukup mengejutkan. Hampir semua rekan sekantor, tak tahu kalau dirinya menderita penyakit gula atau kena diabetes. Sejak dua tahun belakangan kondisi fisiknya memang agak menurun, lebih terlihat kurus. Namun selalu menutupi soal penyakitnya tersebut.

Pada Sabtu (11/5) malam kemarin selepas buka puasa bersama putra pertamanya yakni Adis (20), almarhum minum es sirop secara berlebihan. Maksudnya sebagai pelepas rasa haus, setelah menjalani puasa seharian. Namun malah berakibat fatal, kondisinya bikin drof dan terpaksa harus dilarikan ke rumahsakit.

“Kadar gula daranya tinggi sekali mencapai 700 Mg/Dl. Namun dari pihak rumahsakit agak lambat menangani. Sampai akhirnya tak tertolong lagi,” tutur Yudai, kerabat dekat almarhum terkait kronologis kepergian almarhunlm.

Bahkan diceritakan bahwa sekitar dua minggu silam, sang adik almarhum meninggal dunia. Beliau merupakan anggota KPPS di wilayah Karawaci, Tangerang. Awang pun sempat mengantar ke pemakaman keluarga. Sungguh tak disangka, jika dua minggu kemudian, almarhum menyusul.

Ahmad Sungkawa (54) menghembuskan nafas terakhirnya di RS Sari Asih, Tangerang, sekitar pukul 12.35 WIB. Almarhum meninggalkan dua anak yang sejak 4 tahun silam sudah tak beristri lagi. Setelah disholatkan di sebuah mesjid, jenazah dikebumikan di pemakaman keluarga di kawasan Karawaci, Tangerang, Minggu (12/5).

Sejumlah pimpinan, rekan sekantor maupun wartawan, sebelumnya datang melayat ke rumah duka. Selamat jalan sahabatku. Semoga diampuni segala dosa-dosanya dan arwahmu tenang di sisi Allah SWT. Amien. ■ RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan