Angkut Penumpang Lebaran, TERMINAL BUS ANTARKOTA PULOGEBANG Tak Efektif & Lenggang

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Situasi Mudik Lebaran nyaris tak bisa dilepaskan dengan keberadaan terminal bus antarkota yang ada di Ibukota. Jika Terminal Kampung Rambutan dan Kalideres justru dipadati calon pemudik, tak halnya dengan fasilitas sentral bus antarkota yang dikabarkan terbesar di Asia Tenggara, yakni Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulogebang.

Padahal, biaya pembangunannya memakan triliunan rupiah. Namun jika bicara efektifitas atau manfaat, justru sangat tidak maksimal. Pemudik sepertinya lebih memilih ke kantong-kantong terminal bayangan yang dimiliki perusahaan otobus antarkota tak resmi di beberapa tempat lain.

Terminal bus antarkota Pulogebang, dulu saat dibangun ditujukan sebagai pengganti Terminal Pulogadung yang over kapasitas. Karenanya, kemudian dirancang dan dibangun, agar nantinya terfokus di situ. Tapi, pada kenyataannya nyaris tak berhasil.

Pemprov DKI Jakarta juga dibuat tak berdaya, karena perusahaan otobus antarkota banyak yang menolak keharusan pola angkut penumpang satu tempat dari Terminal Pulogebang. Kondisi itu sempat bikin molor peresmian. Mulai dari era Gubernur Fauzi Bowo sampai ke Gubernur Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Kemegahan Terminal Pulogebang bagai sirna begitu saja. Sebab, dari pemantauan POSBERITAKOTA selama 4 sampai 5 tahun belakangan, sedikit berkesan kumuh. Padahal sudah sangat layak beroperasi. Bahkan aksesnya pun bisa langsung keluar terminal dan masuk jalur tol.

Tak salah jika kemudian disebut fasilitas ‘mubazir‘ yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta yang dibangun kurang lebih sudah sepuluh tahun silam. Namun, lagi-lagi jika bicara efektifitas, ya cuma antara 20 sampai 30 persen saja. Memprihatinkan memang!

Jadi, sampai kapan Terminal Pulogebang, dibiarkan megah dan cuma dapat trademerk terbesar di Asia Tenggara saja? Sementara Pemprov DKI Jakarta tak mengeluarkan kebijakan tegas, agar terminal bus antarkota tersebut, bisa normal digunakan sesuai peruntukkannya.

Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan nampaknya perlu memikirkan ulang, agar Terminal Bus Antarkota Pulogebang bisa maksimal digunakan. Kalau perlu keluarkan kebijakan tegas yang dipikirkan bersama dengan para pemilik otobus. Mungkinkah? Wallahualam! ■ RED/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here