H-5 di Kota Pintu Gerbang Jateng, BREBES Dijadikan Tempat Istirahat Motor Pemudik

BREBES (POSBERITAKOTA) – Memasuki H-5 jelang Hari Raya Idhul Fitri 1440 H atau Lebaran 2019 ini, kota pintu gerbang Jawa Tengah (Jateng) yakni Kabupaten Brebes, mulai dipadati motor pemudik sejak Jumat (31/5) malam hingga Sabtu(1/6) dinihari. Kendaraan yang memasuki Kota Bawang-Cabai Merah-Telor Asin, silih berganti berdatangan.

Tak sedikit para pemudik yang menggunakan aneka merk motor tersebut, memilih istirahat di Alun-Alun atau depan Pendopo Kabupaten Brebes. Mereka sekadar melepas lelah. Bahkan memanfaatkan baik untuk sahur atau berbuka puasa.

Rohidi, warga yang ingin mudik ke Pekalongan itu, terpaksa harus istirahat lebih dulu di kota Brebes. Waktunya pas mau buka puasa dan harus sholat di Mesjid Akbar Kabupaten Brebes yang lumayan luas dan megah. Kebetulan, ia berboncengan dengan putra tertuanya.

“Kedua anak saya sudah pulang duluan naik bus bareng istri. Ya, tinggal dua atau jam lagi sudah sampai kampung halaman di Pekalongan. Kebiasaan mudik pakai motor, selalu saya lakoni sejak tiga atau empat tahun lalu,” tutur pria berusia 42 tahun itu kepada POSBERITAKOTA, Jumat (31/5) sore kemarin.

Umumnya para pemudik yang menggunakan motor, sudah terlihat kelelahan karena sebelumnya menempuh perjalanan selama enam jam. Mereka sempat istirahat sekali waktu melintas di kota Karawang. Jadi, setiap tiga atau empat jam diperjalan dan bawa motor, sudah harus istirahat.

Djaslam warga Banyumas, juga mengaku harus istirahat di kota Brebes. Suasananya enak karena harus berhenti ngaso di Alun-alun. Apalagi banyak yang berjualan, seperti ketupat glabet atau sekadar menenggak minuman dingin.

“Beginilah, saban tahun, kayak begini. Saya selalu pulang dan berboncengan motor cuma dengan istri. Karena memang kerja di Jakarta. Sedang anak-anak tinggal di kampung, karena masih sekolah semua,” cerita Djaslam, pekerja pabrik di kawasan Pulogadung itu.

Tak cuma Rohidi dan Djaslam punya kisah menarik selama diperjalan mudik dengan menggunakan motor. Tapi, ada ribuan lain. Mereka memilih jalan secara konvoi, agak tak terlalu capek atau merasakan jauh. ◾RED/CAHYO NOEGROHO SOEGITO/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here