Ini di Kabupaten Tegal, INDUSTRI KREATIF Jadi Pilihan Peserta Program Wirausaha Pemuda

SLAWI (POSBERITAKOTA) – Setelah membuka pendaftaran program penumbuhan wirausaha pemuda, sejak 1 Pebruari – 14 April 2019 lalu, kini Tim Wirausaha Pemuda (WP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal akan memasuki tahap pembekalan.

Bupati Tegal Hj Umi Azizah berharap kepada para peserta yang sudah mencapai tahapan ini, mudah-mudahan mampu membuka wawasan tentang lingkungan usaha. Termasuk faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan dan dapat mempengaruhi aktivitas bisnis atau rencana bisnis.

“Pertumbuhan kewirausahaan merupakan ciri kemajuan ekonomi sebuah bangsa. Sebab, perekonomian negara dapat tumbuh selama proporsi wirausaha minimal dua persen dari total jumlah penduduk. Karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, perusahaan dan masyarakat sebagai pasar, jelas sangat dibutuhkan,” tutur Hj Umi saat memberikan pembekalan di Pendopo Amangkurat, Jumat (14/6).

Dikatakannya bahwa perkembangan usaha dari segi kuantitas dan kualitas membutuhkan ekosistem ekonomi tersendiri. Ekosistem tersebut terdiri dari bimbingan oleh mentor, kolaborasi pemerintah, pengusaha dan akademisi. Selain jaringan usaha, sumber daya manusia serta modal.

Baca Juga:  Banjir Bandang di 'Sentani' Papua, BMKG Sebut Karena Curah Hujan Sangat Tinggi

“Sejalan dengan hal tersebut, orientasi kebijakan pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Tegal 2019-2024, yakni menciptakan generasi muda yang unggul untuk menumbuhkan wirausaha muda melalui program wirausaha pemuda,” paparnya, lagi.

Pada bagian lain, Bupati Tegal menekankan untuk peserta yang terseleksi dapat menunjukkan potensi dan produk karyanya, sehingga pada gilirannya wirausahawan pemuda tidak hanya menjadi reseller. Kenapa? Karena, memiliki produk dalam berusaha bagi seorang entrepreneur sangatlah penting.

Sedangkan Kepala Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Bappeda Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, mengungkapkan bahwa ide gagasan yang dikirimkan oleh peserta kebanyakan mengarah ke industri kreatif.

“Kemudian, disusul dengan industri agribisnis, industri manufaktur dan industri wisata. Agar nantinya akan diseleksi kembali dan hanya 28 peserta inilah yang akan kami bimbing agar menjadi wirausahawan,” pungkas Akhmad. ■ RED/CAHYO NG/GOES

Beri Tanggapan