Anggota PDIP, JIMMY DEMIANUS IDJIE Mensiyalir Ada Pihak Ingin Jadikan Mahasiswa Papua Sebagai Tumbal

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan, Jimmy Demianus Idjie, mensinyalir ada pihak yang ingin menjadikan mahasiswa Papua sebagai tumbal dalam rentetan kerusuhan mulai dari penyerangan ke asrama mahasiswa Papua di Surabaya, peristiwa di Malang, berlanjut hingga kerusuhan di Manokwari, Jayapura dan sejumlah kota lain di Papua.

Penilaian tersebut diungkapkan
Jimmy Demianus Idjie kepada POSBERITAKOTA di Jakarta, kemarin. Ia juga dikenal sebagai anggota Kaukasus Parlemen Papua di DPR RI. Berkaitan dengan kerusuhan di Papua yang berawal dari penyerangan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, dia mengatakan ada kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

Dikatakan Jimmy, ada indikasi kuat bahwa peristiwa tersebut bukan kejadian alamiah, tetapi diduga dilakukan by design (desain). Ia mensinyalir demikian, karena menurutnya, tidak mungkin dalam suasana menjelang HUT kemerdekaan RI ke-74 di Surabaya ada bendera Merah Putih diceburkan ke parit.

Buruknya lagi, sebut Jimmy, penyeburan bendera Merah Putih itu dilakukan di parit dekat asrama Mahasiswa Papua. Setelah penyeburan bendera Merah Putih itu, sebut Jimmy, hanya dalam waktu singkat tiba-tiba sudah ada massa berjumah sekitar 700 orang menyerang asrama Papua. Mana mungkin bisa terjadi seperti ini kalau peristiwa itu terjadi secara alamiah.

Pada waktu itu juga, sebut Jimmy, sudah ada polisi sepasukan berada di gerbang asrama dan ikut meneriakan kata-kata rasis. Keterangan Humas Mabes Polri menyebutkan bahwa polisi melakukan evakuasi dalam rangka menyelematkan mahasiswa Papua, akan tetapi menurut Jimmy, ada insiden penyerbuan ke dalam asrama mahasiswa oleh polisi. Ia menyebutkan itu berdasarkan apa yang dilihatnya melalui sebuah video.

Namun yang terpenting bagi Jimmy adalah mencari siapa di balik aksi penyeburan bendera Merah Putih ke parit, dan siapa yang menggerakkan 700 massa ke asrama mahasiswa tersebut.

Menurut Jimmy, dengan menjatuhkan bendera Merah Putih di parit dekat asrama mahasiswa Papua jelas secara proximity (kedekatan) mahasiswa di asrama Papua bisa dipastikan menjadi target utamanya. Karena itu Jimmy menyebutkan ada pihak yang ingin menjadikan mahasiswa Papua sebagai tumbal untuk tujuan tertentu melihat situasi kekinian bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Polsek Cikande dan Satlantas Polres Serang Cat Pembatas Jalan untuk Tekan Kecelakaan

Yang pasti bahwa akibat setingan desain seperti itu, hasilnya adalah terbakarnya amarah massa Papua– emoh – di Manokwari Papua Barat, di Jayapura Papua, di Sorong dan lain-lain di Tanah Papua. Massa membakar gedung DPRD di Papua Barat, membakar gedung lain di beberapa kota di Papua. Lebih dari itu massa yang berunjuk rasa di Papua melakukan orasi minta merdeka atau referendum yang bagi Jimmy hal itu sangat tidak mungkin karena integrasi Papua ke dalam NKRI sudah final, sudah selesai melalui Pepera 1969.

Terlepas dari orang Papua saat ini mau mengatakan apa, yang jelas resolusi PBB sudah menerimanya, dan Papua dalam pangkuan NKRI sudah final jelas Jimmy yang pada tahun 1998 pernah menghadiri pembentukan AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) di Pulau Jawa yang tujuannya memperjuangkan kemerdekaan untuk Papua.

Karena itu Jimmy meminta agar pihak kepolisian harus mengungkap secara tuntas dan profesional siapa dalang di balik penyerangan tersebut. Ia juga meminta agar pihak kepolian demikian juga dengan TNI agar lebih arif dalam menangani masyarakat Papua. Selama ini Jimmy melihat bahwa pihak keamanan melihat orang Papua seperti musuh.

“Mahasiwa Papua bukan teroris yang kalian harus hadapi dengan kekerasan, jangan anggap sebagai musu besar,” sebut Jimmy.

Dia mengatakan selama penanganan masih dengan pola-pola seperti itu selama itu pula sulit bisa mencari ada damai bagi keduanya. Sebenarnya pendekatan secara humanis yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo sekarang ini adalah pendekatan yang cocok di mata seluruh masyarakat Papua. ■ RED/MIKE WANGGE/GOES

Beri Tanggapan