Menutup Kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan, GUBERNUR ANIES Terkenang Nenek Punya 11 Cucu

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Saat menutup kegiatan TNI Manunggal dan KB Kesehatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku langsung terkenang neneknya yang melahirkan 11 anak. Menurutnya, Sang Nenek yang merupakan salah satu pendiri Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) pada tahun 1957 merupakan orang yang kredibel berbicara soal keluarga berencana (KB).

Anies menceritakan kegiatan yang bersinggungan dengan kebijakan KB telah melekat sejak dirinya masih kecil. “Nenek saya itu punya 11 anak karena waktu itu pemerintah belum punya program KB lantaran banyak orang yang menentang,” ujar Anies saat menutup kegiatan bakti sosial bersama TNI AD di halaman kantor Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Rabu (18/9).

Menurutnya program pengendalian penduduk BKKBN itu baru ada tahun 70-an. “Jadi sangat kredibel untuk bicara soal keluarga berencana. Beliau sering bilang ‘Jangan alami apa yang saya alami, punya anak 11 orang, capek sekali,” kenangnya.

Anies menuturkan tantangan ke depan terkait KB bukan hanya untuk mengentaskan masalah kependudukan, tetapi juga isu kesehatan yang bersifat preventif seperti pernikahan di usia muda, stunting maupun autisme.

“Kegiatan bhakti sosial TNI Manunggal dan KB Kes Tingkat DKI Jakarta merupakan kolaborasi bersama Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta (Kodam Jaya), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Pemprov DKI Jakarta. Diharapkan kegiatan ini menjadi salah satu usaha dalam meningkatkan keikutsertaan masyarakat guna membentuk keluarga yang berkualitas, sehat, dan sejahtera,” jelas Anies.

Baca Juga:  Loyal ke Partai, MISAN SAMSURI Pas Jadi Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Demokrat

Lebih lanjut, Anies menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta siap untuk berkolaborasi dengan siapa saja dalam rangka mengentaskan masalah kependudukan dan kesehatan masyarakat. Pemprov DKI Jakarta saat ini telah bekerja sama dengan penggiat Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pengumpulan data masyarakat, maupun pemanfaatan teknologi digital di tingkat puskesmas seperti aplikasi E-Jiwa untuk mendeteksi dini masalah kesehatan mental setiap orang.

“Saya ingin sampaikan keterbukaan. Pemprov DKI Jakarta ingin menyelesaikan masalah yang ada di kota ini secara kolaboratif, kerja sama, gotong royong kalau bahasa kita. Bukan sekadar pemerintah memonopoli semua usaha untuk menyelesaikan masalah di masyarakat termasuk masalah kesehatan dan kesejahteraan. Kolaborasi, keterbukaan mengajak semua pihak. Apalagi dengan TNI, kami sangat mengapresiasi dan berharap nantinya di hal-hal yang lain kita bisa terus lakukan kolaborasi,” janji Anies. ■ RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan