Ada 15 Kecamatan Rawan Kekeringan, PEMPROV DKI JAKARTA Terjunkan 1162 Satgas Air Bersih

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sebanyak 15 kecamatan dari total 44 kecamatan di Jakarta masuk dalam katagori Awas Potensi Kekeringan (APK) akibat musim kemarau berkepanjangan. Untuk mengantisipasi warga agar tetap mendapatkan air bersih, Pemprov DKI Jakarta membentuk Satgas Air Bersih. Sebanyak 1.162 personil gabungan tersebut disebar ke sejumlah wilayah Ibukota untuk melayani masyarakat.

Ribuan anggota satgas tersebut, dilepas oleh Gubernur Anies Baswedan pada apel upacara Kesiapsiagaan Satgas Air Bersih DKI Jakarta di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (26/9).

“Kita di Jakarta sedang menghadapi potensi kekeringan air bersih dan tantangan itu harus kita antisipasi sejak dini,” ucap Gubernur Anies.

Satgas Air Bersih Provinsi DKI Jakarta beranggotakan 1.162 personel gabungan dari berbagai instansi, baik dari unsur Pemerintah maupun non-Pemerintah. Di antaranya, Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air, BPBD Provinsi DKI, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP DKI Jakarta, PAM Jaya,dan sejumlah mitra, para lurah, PPSU, hingga perwakilan RT/RW.

Berdasarkan data Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di DKI Jakarta pada musim kemarau panjang ini terdapat 15 lima belas kecamatan yang masuk dalam kategori Awas Potensi Kekeringan, dengan indikator lebih dari 61 (enam puluh satu) hari tanpa hujan. Sebanyak 15 kecamatan tersebut adalah Menteng, Gambir, Kemayoran, Tanah Abang, Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, Penjaringan, Tebet, Pasar Minggu, Setiabudi, Makasarl, Pulogadung, dan Cipayung.

Sementara itu berdasarkan data PAM Jaya, terdapat 41 (empat puluh satu) kelurahan (15,47% dari total kelurahan di DKI Jakarta) belum terlayani jaringan Air PAM dan 11 kelurahan (4,15% dari total kelurahan) di antaranya masuk dalam kategori Awas Potensi Kekeringan.

Beberapa kelurahan yang rawan kekeringan antara lain Kelurahan Kapuk Muara, Kamal Muara (di Jakarta Utara), Pondok Rangon, Munjul, Cilangkap, Setu, Bambu Apus, Ceger, Lubang Buaya, Kebon Pala dan Halim Perdana Kusuma (di Jakarta Timur).

Gubernur Anies mengingatkan bahwa tugas pokok Satgas Air Bersih yakni memastikan warga Jakarta mendapatkan pasokan air bersih di tengah kondisi kekeringan dengan berbagai cara dan upaya yang legal, serta koordinasi lintas instansi. “Kita ingatkan kepada semua agar melakukan segala cara yang benar dan legal untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan air bersih bagi warga Kota Jakarta,” tambahnya.

Hingga saat ini, terdapat dua kelurahan yang telah menyampaikan bahwa wilayahnya terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih segera, yaitu Kelurahan Kalideres (Jakarta Barat) dan Kelurahan Pejagalan (Jakarta Utara).

Sedangkan untuk mekanisme pelaporan dari masyarakat/ pihak kelurahan dapat melaporkan kebutuhan air bersih akibat kekeringan tersebut melalui telepon ke Call Center Jakarta Siaga 112 dan melalui Aplikasi Jakarta Aman lewat fitur ‘LAPOR’.

Laporan yang masuk akan diverifikasi kepada aparat di wilayah terlapor mengenai lokasi, jumlah warga terdampak, dan jumlah kasus kekeringan yang terlaporkan. Setelah dilakukan verifikasi akan ditindak lanjuti oleh Satgas Air Bersih dengan mendistribusikan bantuan air bersih ke lokasi yang membutuhkan. ■ RED/JOKO S/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here