Khusus Warga Binaannya, SANGGAR & RUMAH SINGGAH BUNDA LENNY Humaniora Foundation Kembali Bagi-bagi Sembako

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Sanggar Humaniora & Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation kembali bagi-bagi Sembako khusus untuk warga binaannya. Sembako berupa beras, minyak goreng, mie instan, sarden, kecap dan makanan lainnya tersebut merupakan bantuan dari Presiden RI Ir H Joko Widodo melalui Kementerian Sosial RI.

Sedangkan Humaniora Foundation juga kerap menerima bantuan dari masyarakat. Baik bantuan berupa uang tunai, Sembako maupun fasilitas penunjang sarana kerja bagi warga binaan yang umumnya adalah para pemulung janda lanjut usia.

“Alhamdulillah, setelah 25 tahun melayani, baru kali ini kami menerima bantuan dari negara. Terima kasih kepada Presiden RI Bapak Ir H Joko Widodo dan Bapak Juliari P Batubara selaku Menteri Sosial RI,” kata Pendiri Humaniora Foundation, Eddie Karsito, di lokasi pembagian sembako di Sanggar Humaniora, Kranggan Permai Jatisampurna Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.

Namun begitu, sebelumnya lembaga nirlaba ini juga menerima bantuan paket Sembako dari Komunitas Sahabat Kartini, KSBN (Komite Seni Budaya Nusantara) dan lembaga donor lainnya serta dermawan perorangan.

“Yang jelas, kami tidak pernah minta sumbangan sana-sini. Apalagi ngedarin proposal untuk minta bantuan sumbangan. Bantuan yang kami salurkan adalah sumbangan dari para dermawan tanpa diminta. Mereka tahu sanggar kita banyak membantu orang susah, lalu mereka ikut berpartisipasi,” tambah Eddie.

Sumbangan pun dibagikan kepada para pemulung, janda lanjut usia serta para pekerja keras di sektor non-formal. Mereka antara lain adalah para buruh bangunan, pekerja galian tanah, petugas kebersihan angkut sampah, pembantu rumah tangga (PRT), pedagang keliling dan pengamen. Termasuk profesi lainnya yang sedang terdampak wabah COVID-19.

Menurut Eddie Karsito lebih lanjut bahwa,saat ini ada 229 pemulung di bawah binaan Humaniora Foundation. Sebagian dari mereka adalah para janda lanjut usia, dengan rentang usia 60 tahun hingga 96 tahun. Selain itu Humaniora Foundation juga membina ratusan anak yatim, non-panti yang tersebar di dua rumah singgah, Bekasi (Jakarta) dan di Baleendah Bandung.

Selain itu, Humaniora Foundation juga membimbing ratusan siswa, pelajar mahasiswa, anak-anak dan remaja putus sekolah yang dididik informal melalui pendekatan seni peran dan budi pekerti secara gratis.

“Jadi, inilah yang kemudian menjadi cikal bakal #SekolahKemanusiaan yang telah kami rintis,” papar pria yang dikenal sebagai jurnalis senior tersebut kepada POSBERITAKOTA, Selasa (14/7/2020).

Pada bagian lain, Humaniora Foundation telah melakukan aksi sosial ratusan kali. Baik itu event peduli sosial, santunan yatim dan dhua’fa, membantu korban bencana banjir, tanah longsor, kebakaran maupun pelayanan pendidikan non-formal.

Dalam acara tersebut, nampak hadir aktris senior Yati Surachman, penyanyi dan musisi Ageng Kiwi, seniman teater Iwan Burnani dan Iwan Gardiawan dan tokoh spiritual perempuan, Eyang Ratih. Mereka merupakan pembina dan penasehat Sanggar Humaniora yang selama ini ikut terjun langsung di berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan Sanggar Humaniora.

“Kegiatan berbagi ini tidak hanya kami laksanakan ketika ada wabah COVID-19. Tetapi secara rutin berkeseinambungan telah kami lakukan selama puluhan tahun. Selain membantu korban bencana, seperti kebanjiran, tanah longsor, kebakaran dan lain-lain. Kami juga membantu anak yatim dan dhuafa, janda lanjut usia, termasuk kami full concern membantu para pemulung,” jelas Ageng Kiwi, Bendahara Humaniora Foundation.

Sementara itu, Yati Surachman dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang perlunya menumbuhkan nilai-nilai solidaritas sosial antar sesama. Pandemic COVID-19, menurut Yati, harus menjadi momentum meningkatkan kebersamaan untuk saling tolong-menolong. ■ RED/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here