Kerahkan 2200 Pasukan Oranye, DLH DKI Jamin Tak Ada Tumpukan Sampah di Liburan Natal

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menjamin tidak akan terjadi penumpukan sampah selama perayaan Natal di Ibukota. Untuk menghindari terjadinya penumpukan sampah, meski pada hari libur nasional pihaknya tetap mengerahkan ribuan petugas untuk melayani kebersihan.

Kepala DLH DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan kegiatan penanganan sampah selama Natal tetap berlangsung seperti biasa. Guna mengantisipasi membeludaknya sampah pada momen itu, pihaknya juga telah mempersiapkan rencana operasi, satuan tugas dan armada penanganan sampah.

“Seluruh Suku Dinas dan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan diinstruksikan untuk mengantisipasi penanganan kebersihan di setiap gereja di wilayahnya, saat malam Natal dan rangkaian perayaannya,” kata Isnawa di Jakarta, Senin (24/12).

Isnawa mengungkapkan sebanyak 50 personel kebersihan DLH di setiap kecamatan ditugaskan memastikan pelaksanaan misa dan kebaktian di setiap gereja berlangsung dengan baik. “Tiap kecamatan 50 personil dan kalau dikalikan 44 sesuai jumlah kecamatan di Jakarta berarti total 2.200 personel Pasukan Orangye kita tugaskan dalam satgas kebersihan Natal ini,” kata Isnawa.

Dia memaparkan bahwa DLH juga menyiapkan kendaraan angkut sampah, mobil penyapu jalan (road sweeper), toilet mobile, menyiagakan TPST Bantargebang beroperasi 24 jam untuk melakukan pelayanan pada malam Natal dan menyiagakan regu comot dan sarana kebersihan bekerja sama dengan kelurahan terkait.

Dikatakan Isnawa terutama untuk gereja-gereja besar yang jemaatnya ramai, petugas dan armada penanganan kebersihan ditugaskan lebih optimal. Misalnya Gereja Katedral dan Emanuel di Jakarta Pusat, Gereja Ayam di Jakarta Barat, Gereja Advent dan HKBP Pasar Minggu di Jakarta Selatan, dan Gereja Theresia di Jakarta Timur.

Selama libur Natal, kata Isnawa, pihaknya juga mengantisipasi penanganan kebersihan di tempat-tempat wisata Ibukota. Seperti di kawasan Monas, TMR Ragunan, kawasan Kota Tua, dan Taman Mini Indonesia Indah.

“Walaupun tempat-tempat wisata tersebut ada pengelolanya, tapi penanganan kebersihannya kita back-up untuk menjamin kualitas layanan yang baik,” kata Isnawa.

Di setiap tempat wisata dan pusat keramaian di Ibukota, ungkap Isnawa, disiapkan bus toilet, mobil sapu jalan otomatis, dust bin dan truk sampah compactor, serta petugas gerobak motor yang setiap 2 jam sekali melakukan penyisiran sampah.

Sedangkan di tempat-tempat wisata, seperti Kawasan Monas juga diadakan display armada canggih penanganan kebersihan. Antara lain berupa seperti excavator spider, truk sampah jenis compactor, street swepeer dan lain-lain. Biasanya banyak pengunjung yang memanfaatkan momen itu untuk bergaya menaiki armada canggih tersebut untuk berfoto selfie. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here