Meski Ditengah Pandemi COVID-19, MASJID JAMI AL-IKHLAS RW 025 VGH KEBALEN Potong 7 Sapi & 46 Kambing Qurban

BEKASI (POSBERITAKOTA) ■ Event Hari Raya Idhul Adha yang identik dengan pemotongan hewan qurban (sapi atau kambing), sejatinya jangan dipandang dalam konteks keagamaan saja. Tapi sangat erat pula kaitannya dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Kenapa? Karena, pengqurban yang tidak lain adalah warga masyarakat setempat di tingkat RW (rukun warga) sedang memiliki rejeki berlebih muncul sikap empatinya terhadap sesama dengan tujuan bisa ‘berbagi’.

Artinya, bagi yang mampu atau berkecukupan dalam strata sosial kehidupannya, bisa secara personal maupun kolektif untuk ikut berqurban. Membeli kambing atau sapi sendiri. Atau, bisa juga kolektif patungan yang terdiri dari 7 pengqurban dan itu sangat dibenarkan oleh syariat agama Islam.

Namun pada bagian lain, event Idhul Adha (Qurban) juga harus diorganisir secara baik. Karena di situ, tidak saja dibutuhkan sarana dan prasarana sebagai penunjang. Kemudian, Panpel Qurban harus bekerja secara transparan (terbuka) dengan sistem pengadministrasian. Sebab, ketika mengelola uang warga, ya tidak hanya bisa dipertanggungjawabkan secara konteks keagamaan saja, tapi juga sosial kemasyarakatan itu sendiri.

Sebenarnya, jika ada Panpel (Panitia Pelaksana) Qurban mengusung transparansi alias melakukan manajemen atau sistem pengadministrasian yang terbuka, harus dimaknai untuk membangun sistem pengorganisasian yang lebih baik.

Mulai dari pembelian hewan sapi qurban sampai pada kebutuhan peralatan teknis di hari H. Kelembagaan DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) sebagai pemangku hajat, harus benar-benar bisa ‘melayani’ apa yang menjadi keinginan masyarakat atau warga maupun jamaah di lingkungan RW setempat.

Dengan mengusung taqline ‘Semangat Kebersamaan – Semangat Melayani & Semangat Beribadah’, Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahaan Villa Gading Harapan (VGH), Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, memotong hewan qurban sebanyak 7 ekor sapi dan 46 ekor kambing, Jumat (31/7/2020) kemarin.

Meskipun masih ditengah situasi pandemi COVID-19, pengqurban hewan kambing mencapai 46 ekor. Setidaknya dari angka tersebut lebih meningkat kuantitasnya. Sebab di tahun lalu, panitia hanya menerima 41 ekor kambing qurban. Sedangkan untuk hewan sapi qurban, masih sama dengan tahun lalu, yakni 7 ekor.

Dari 42 warga di RW 025 yang ikut kolektif dana qurban, dibagi dalam dua kelas dan 6 kelompok. Untuk kelas A kolektif dana sebesar Rp 3,3 juta terkumpul 2 kelompok dan kemudian dibelikan 2 sapi qurban masing-masing senilai Rp 22.050.000. Sedangkan kelas B kolektif dana sebesar Rp 3 juta ada 4 kelompok untuk pembelian sapi qurban dengan masing-masing seharga Rp 20.500.000. Untuk 1 ekor sapi qurban lagi merupakan sumbangan dari eksternal, yakni dari keluarga Dandi.

Pengadaan hewan sapi pun, ditetapkan Panpel Qurban 2020 di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen dengan menginisisasi dibentuknya Tim Penaksir – Pembeli & Pembayar Hewan Sapi Qurban. Mereka diamanatkan kepada Ustadz Rojali (ketua) dan anggota Acoen Soerkama, Toyib H, Hartono dan Ruslan (bendahara pembayar).

Ketua DKM Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen, Khoirul Anwar, meminta agar ketua dan seluruh jajaran yang ada dalam struktur Panpel Qurban 2020 meluruskan niat dan tekadnya, agar penyelenggaraan pemotongan hewan qurban berjalan lancar tanpa kendala. Sebab, sejak dari tahun ke tahun, perayaan Idhul Adha (Qurban) secara reguler sudah berjalan baik.

“Saya minta agar menjaga kekompakan yang sudah terjalin setiap tahunnya. Tolong, luruskan niat dan tekadnya di jajaran Panpel Qurban. Alhamdulillah, meski ditengah pandemi COVID-19, jumlah kuantitas hewan qurban, justru ada peningkatan dari tahun sebelumnya,” ucap Khoirul Anwar yang didampingi Harjono (Bendara DKM dan Aldy Ardian (Sekretaris DKM).

Hal senada disampaikan Agus Santosa selalu Ketua Panpel Qurban 2020 yang juga didampingi Aan Andriani (Sekretaris I), Slamet Sahuri (Sekretaris II), Sunarno (Bendahara I) dan Ruslan (Bendahara II). Ia bilang selain memberikan apresiasi terhadap keterlibatan semua pihak, juga ingin membangkitkan semangat kebersamaan, melayani dan beribadah.

“Semangat kebersamaan, semangat melayani dan semangat beribadah jelas menjadi satu-kesatuan dan bisa menjadi dasar filosofi di dalam memaknai penyelembelihan hewan qurban,” tegasnya.

Kehadiran tokoh masyarakat, pemuka agama, Ketua RW 025, Ketua Pengurus Harian Yayasan, 17 Ketua RT, 4 perwakilan warga yang dilibatkan dalam struktur kepanitian, menurut Ketua Panpel Qurban 2020 – bukti dari komitmen lingkungan yang ingin lebih sukses di dalam melaksanaan secara reguler penyelenggaraan karena semakin lebih baik setiap tahunnya.

Ketua RW 025 Sukoco dalam pengarahannya kepada Panpel Qurban 2020 mengungkapkan harapannya semoga saja pada pelaksanaan penyembelihan hewan bisa berjalan lancar. Tanpa ada kendala apapun.

Selain itu juga meminta agar seluruh panitia pelaksana, jangan lupa menerapkan atau mengikuti protokol kesehatan dan harus menggunakan masker. Pasalnya, lanjut dia, saat ini masih belum aman dan nyaman dari bahaya virus Corona atau pandemi COVID-19.

Jelas tak bisa diabaikan begitu saja bahwa peran anggota IKRAR (Ikatan Remaja RW 025) yang dikomandoi Adi Cahyadi, juga ikut mensuksesan acara. Termasuk datangnya dukungan sponsor dari PT Bintang Toedjoe. Baik itu berupa dana maupun produk minuman berenergi Extrajoss. Ikut hadir pula Ketua Pengurus Harian Yayasan, Ustadz H Robert Herdein Hidayat.

Sebelum prosesi penyembelihan hewan qurban 7 ekor sapi dan 46 ekor kambing, digelar sholat Ieds (Idhul Adha) 10 Dzulhijah 1441 H yang dihadari sekitar 1000-an jamaah bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak.

Sholat Ieds Adha menghadirkan imam dan khotib Ustadz Rosyid S.Ag. Selain itu bertindak sebagai bilal adalah Ustadz Wanito. Protokol kesehatan pun, diterapkan secara ketat dengan pengecekan suhu badan dan jamaah tertib menggunakan masker. RED/FOTO DIRMAN & ROHMAT/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here