Saat Pulang Kampung, PENGAYUH BECAK dari Jakarta Meninggal Akibat COVID-19 di Kabupaten Tegal

SLAWI (POSBERITAKOTA) ■ Sepanjang penanganan COVID-19, di Kabupaten Tegal terdapat kasusistis ada 7 orang meninggal dunia dan sudah terkonfirmasi. Terakhir, yakni seorang pengayuh becak dari Jakarta yang kebetulan sedang berada di kampung halamannya.

Kabar tersebut diungkapkan juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Tegal, dr Joko Wantoro, seperti yang ada dalam siaran persnya, beberapa hari lalu.

Dijelaskan Joko lebih lanjut bahwa pasien yang meninggal dunia adalah seorang laki-laki, berinisial S (62), asal Desa Margapadang, Kecamatan Tarub. Pekerjaan sehari-harinya sebagai pengayuh becak di Jakarta dan sempat dirawat selama 12 hari di RS Mitra Siaga Tegal.

Dari keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga, sebelum meninggal dunia, almarhum punya keluhan badannya demam. Kemudian mengalami sesak nafas. Sedang dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan adanya penyakit komorbid (diabetes-red).

“Penyakit penyerta memperburuk klinis pasien COVID-19, karena imun atau kekebalan tubuhnya untuk melawan infeksi virus jadi lebih rendah. Terlebih lagi jika faktor komorbid itu tidak terkontrol dengan baik,” papar dr Joko.

Setelah pihaknya telah melakukan penelusuran dan pelacakan pada Kamis (30/07/2020) silam dan mendapati ada 16 orang yang menjadi kontak eratnya dan meminta untuk melakukan karantina mandiri di rumah. Untuk pengambilan spesimen swab pada seluruh kontak erat pada Senin (03/08/2020) kemarin.

Dalam keterangan lanjutan, dr Joko menyampaikan hingga saat ini akibat COVID-19 di Kabupaten Tegal, keseluruhannya terdapat 54 kasus konfirmasi. Dari jumlah itu, 38 orang sembuh, 9 orang dirawat dan 7 orang meninggal dunia. ■ RED/CAHYO NG/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here