Pengajian Umum di Jami Al-Ikhlas, USTADZ AHMAD RIFA’I Beri Saran Agar Jadikan Masjid Tambah Barokah

BEKASI (POSBERITAKOTA) ■ Masjid adalah rumah orang-orang bertaqwa. Maka datanglah ke ‘Rumah Allah SWT’ dengan Itikab (niat-red) atau dalam rangka ibadah kepada Allah SWT. Enteng tapi pahalanya sangat besar. Karena itu pula keberadaan masjid harus benar-benar disakralkan.

Demikian rangkuman pengajian umum ba’da Maghrib yang disampaikan Ustadz Ahmad Rifa’i M Pd.I kepada kurang lebih 50-an jamaah, bertempat di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH), Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Ahad atau Minggu(16/8/2020) petang.

“Jangan lupa, kita sebagai jamaah harus Itirom. Sebab, Itirom adalah bentuk penghormatan kepada masjid. Rassulullah juga selalu ke masjid dan bahkan sebagai ibadah yang tak pernah beliau tinggalkan,” ucap dia.

Dipaparkan Ustadz Rifa’i lebih lanjut bahwa kita wajib memuliakan masjid. Kenapa? Karena, keberadaan masjid itu sudah barokah. Makanya, bagaimana caranya kita menjadikan masjid tambah barokah.

Pada bagian lain, dijelaskan pula perlunya menghilangkan atau menjauhi kemungkaran-kemungkaran yang ada di masjid. Apa saja itu? Berteriak-teriak, umumkan ada niat atau ingin menjual barang serta termasuk ngobrol yang tidak berguna (qibah).

Saat ditanya terkait mengadakan makan-makan di dalam ruangan masjid, Ustadz Rifa’i menuturkan masih diperbolehkan. Tentu saja, lanjut dia, selama tetap menjaga kebersihan atau setelah acara kondisi masjid harus tetap bersih.

“Apalagi seperti mengadakan acara buka puasa atau sahur bersama. Tentu saja diperbolehkan,” tutur penceramah rutin di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen tersebut.

Pada bagian akhir isi ceramah, Ustadz Rifa’i juga sempat menyingung terkait etika dan adab saat berada di dalam masjid. Hindari atau jangan sampai mengenakan celana pendek. Usahakan bagian lutut (dengkul-red) harus tertutup. ■ RED/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here