Jaring Jamaah, MASJID AL IKHLAS RW 25 VGH Kebalen Gelar ‘Kajian Bada Magrib Bersama’

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Digelarnya acara ‘Kajian Bada Magrib Bersama‘ sudah merupakan program rutin dari Mesjid Al Ikhlas yang ada di wilayah RW 25 Perumahan Villa Gading Harapan (VGH), Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Bahkan telah dipatok jatuh pada Minggu ke-4 setiap bulannya dan sekaligus rutin dilakukan pemberian santunan bagi anak yatim/dhuafa.

Acara tersebut tentu saja memiliki sasaran demi menjaring sebanyak mungkin jamaah dari warga setempat. Pada faktanya cukup efektif, apalagi menghadirkan Ustadz Drs H Makhtum yang merupakan Ketua Yayasan Mesjid Al Ikhlas, Minggu (28/7) malam. Tidak kurang dari seratusan jamaah memenuhi ruangan mesjid.

Dalam kajian bersama yang mengangkat tema ‘Kitab Safinatunnajah‘, Ustadz Makhtum mengkaji soal watak atau karakter/sikap sosial dengan sesama sebagai suatu kewajiban. Karena, itu sangat berkaitan dengan kehidupan di dunia dan akhirat kita nanti.

Dengan menukil surat Al Kautsar, menurut Ustadz Makhtum lebih lanjut, Allah SWT memberikan kenikmatan pada manusia secara tulus. Bahkan nikmat itu sendiri tak akan pernah berhenti. Jika dihitung-hitung pun, nilainya sangat tidak terhingga.

“Kita tidak akan bisa atau sanggup menghitung kebaikan Allah SWT. Seperti udara yang kita hirup, tanpa harus membayar. Jantung, hati, paru-paru dan semua orang organ tubuh kita yang tetap berfungsi baik. Semua itu karena pemberian Allah SWT, agar kita mendapat kenikmatan hidup,” tuturnya.

Tapi, Allah SWT hanya meminta kepada hamba-hamba-NYA yang telah diberi segala nikmat kesehatan itu tadi dengan melakukan atau menjalankan sholat atau melakukan ibadah wajib 5 waktu sehari. “Menghadap Allah SWT, ya dengan anggota badan. Dalam melakukan itu, harus diniatkan bahwa ibadah hidupku, karena Allah SWT semata,” urainya, panjang lebar.

Tidak berhenti sampai di situ. Masih dalam tausiahnya, Ustadz Makhtum menegaskan kalau diri kita milik Sang Maha Pencipta (Allah SWT). Termasuk dalam konteks kita hidup dan mati. Akhirat atau masa jumadil akhir merupakan tujuan dari kita semua. “Jadi, kita harus menghamba kepada-NYA. Sebab, kita tidak akan pernah tahu, kapan takdir ajal bakal menjemput?” Begitu tausiahnya.

Sebuah kisah anak manusia yang selalu berbuat dzolim dan penuh lumuran dosa, juga digambarkan Ustadz Makhtum. Sampai menjelang kematiannya, beliau berwasiat sejumlah keinginan. Antara lain agar saat kematian jangan memberi kabar kepada banyak orang. Begitu pula, setelah dimandikan dan dikafani supaya diikat kencang-kencang.

Bahkan minta tulisan ‘Laiilla Haillalah Muhammad Rasulullah‘ yang ada di batu cincin, agar diselipkan di dalam kain kafan. Pada saat sampai di kuburan dan siap dimakamkan, ada seorang ibu yang sudah menunggunya. Ternyata sosok pemuda itu tadi, telah diampuni segala dosa-dosanya oleh Allah SWT. “Tapi, kita tentu tidak bisa mencontoh, seperti apa yang dilakukannya.

Ustadz Makhtum pun sempat memberikan kesempatan kepada para jamaah untuk melontarkan pertanyaan. Termasuk yang berkaitan dengan perayaan Hari Besar Umat Islam, Idul Adha 1440 H yang jatuh pada 11 Agustus 2019 mendatang dengan kegiatan penyembelihan hewan qurban.

Acara ‘Kajian Bada Magrib Bersama‘, ditutup dengan pemberian santunan kepada 25 anak yatim/dhuafa. Sedang pelaksanaannya dilakukan oleh Yayasan Mesjid Al Ikhlas melalui sub kelembagaan Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) yang baru saja dijabat oleh Ustadz Khoirul Anwar.

Ikut hadir dalam acara tersebut Ketua RW 25 Sukoco beserta pengurus, tokoh agama dan pemuka masyarakat, Ketua dan pengurus DKM Al Ikhlas serta puluhan warga masyarakat setempat yang punya komitmen ingin menghidupkan sekaligus memakmuran mesjid □ RED/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here