Dideklarasikan di Bekasi, USTADZ AANG KUNAEFI Ajak Ormas Islam & Jawara Babelan Rapatkan Barisan Jaga Ulama

BEKASI (POSBERITAKOTA) ■ Masih hangat dalam ingatan kita semua masalah atau kasus penusukan terhadap ulama besar Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu di Bandar Lampung. Kejadian itupun mencuatkan asumsi sekaligus preseden buruk, adanya ancaman serius yang dialami kalangan ulama kita. Tentu saja saat memberikan ceramah, baik di tempat terbuka maupun di masjid.

Dari kejadian yang sangat menggemparkan di level nasional tersebut, membuat Ormas bersama Umat Islam dan bahkan para Jawara Babelan bereaksi dengan mendeklarasikan tekad mereka untuk menjaga NKRI-Agama-Ulama. Mereka memilih cara mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

Ustadz Aang Kunaefi Sopri S.Pd.I (Guru Aang) yang dikenal sebagai Pimpinan Majelis Silaturahim (MS) Ujung Harapan dan Ketua DPC Front Pembela Islam (FPI) Babelan – kemudian bersama seluruh Jawara se-Babelan Bekasi, Jumat pekan silam mendeklarasikan niat untuk menjaga 3 hal di atas. Yakni menjaga NKRI, agama dan ulama.

“Apa yang kita lakukan tentu saja demi menyikapi kasus serius terkait penusukan ulama besar Syekh Ali Jaber. Ada beberapa point yang perlu disampaikan di sini,” ucap Ustadz Aang dalam wawancara khusus dengan POSBERITAKOTA, Senin (21/9/2020).

Menurutnya beberapa point yang dimaksud adalah umat Islam di Bekasi, siap menjaga ulama dengan lahir dan bathin. Termasuk siap menjaga persatuan dan Ukhuwah Islamiyah, yakni menjaga persaudaraan sesama muslim.

Selain itu juga Ukhuwah Watoniah, persaudaraan sebangsa dan setanah air. Kemudian Ukhuwah Basariah, yaitu perlunya menjaga persaudaraan dengan sahabat, tetangga serta di lingkungan masyarakat secara luas.

“Bukan hanya perlu menjaga Ukhuwah Islamiyah, Watona dan Basariah saja. Kita juga harus menjaga semangat dan meningkatkan ibadah. Jangan lupa pula dibarengi doa,” papar dia.

Ditambahkan Ustadz Aang bahwa selain ujian bala dan wabah masih ada, juga ujian an ancaman komunis. “Maka itu, marilah kita rapatkan barisan, terutama untuk menjaga ulama dari orang yang tidak bertanggungjawab,” ucapnya.

Selain ulama-ulama besar, disarankan Ustadz Aang, para penceramah dan imam masjid – juga perlu mendapat perhatian serius berupa penjagaan dari para jamaah atau umat. Tujuannya tentu saja agar terhindar dari tindak kriminal atau percobaan pembunuhan, seperti kasus yang sudah terjadi belakangan ini. ■ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here