Dihadiri 119 Peserta, GENERASI MILLENIAL BREBES Gelar Diskusi Jaring 47 Kampus dari Seluruh Indonesia

BREBES (POSBERITAKOTA) – Rumah Peradaban Brebes (Yayasan Rumah Cinta Brebes) memfasilitasi gelaran diskusi melalui Google Meet dengan menganggkat tema : ‘Apa Kabar Brebes?’, tentu saja terkait kabar-kabar faktual atau isue terhangat yang bergulir jadi bahan perbincangan masyarakat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Diskusi ala generasi Millenial dan mahasiswa tersebut mengundang narasumber Muhammad Munawir Lasiyono. Ia dikenal sebagai sosok atau tokoh muda Brebes yang merupakan putera daerah setempat. Selain itu, juga inisiator Rumah Baca Harun Ar Aasyid, Forum Pengusaha Muda Brebes, Shafa Brebes, Rumah Peradaban Brebes dan Forum Guru Besar serta Dosen Putera Puteri Brebes.

Bertindak sebagai moderator adalah Afifah selaku pengurus Yayasan Rumah Cinta Brebes. Lain lagi untuk kalangan peserta, tercatat mencapai 119 mahasiswa/mahasiawi dari 47 Kampus Putera Puteri Brebes. Baik yang ada di Brebes dan sekitarnya maupun dari seluruh daerah yang tersebar di seluruh indonesia.

Sedangkan diskusi itu sendiri membahas 4 cakupan yang meliputi Pengembangan SDM, Pendidikan, Sejarah dan Budaya di Brebes. Tentang SDM, kenapa SDM Brebes jauh atau tertinggal dengan kota-kota lain di Jawa Tengah,.

Dalam pemaparannya selaku narasumber, Muhammad Munawir Lasiyono, menyampaikan ada 3 hal. Yakni Respect to People, Respect to Time dan Respect to System yang kesemuanya harus selalu kita terapkan.

Masalah pendidikan, banyak pemuda-pemudi Brebes yang putus sekolah, karena anak seorang petani. Dan, bahkan tidak bisa atau kurang mampu di dalam menyelesaikan kuliahnya.

Dari segi sejarah, membahas tentang kejayaan kepemimpinan Brebes yang banyak membuat dampak, yang selalu diingat serta memihak pada masyarakat, bahkan meraih prestasi prestasi di kanca nasional dan tercatat dalam sejarah.

Dalam budaya, bagaimana kita mengembangkan kebudayaan yang sekarang ini hampir punah dan luntur. Bahkan hilang, karena banyaknya kaum muda yang tidak mengenal kebudayaan/seni asli Brebes. Mereka malah lebih suka dengan kebudaya lain.

Pada kesempatan itu, acara diskusi mengundang pula kehadiran Ustadz Arsal. Termasuk menyampaikan isi pemikirannya terkait sejarah peradabam dan pentingnya kecintaan akan tanah kelahiran. Baik itu di masa Rosulullah dan kekholifahan.

Kesuksesan acara tersebut, tentu saja berkat kerjasama yang baik dan maksimal antara Badan Eksekutif Mahasisqa (BEM) STAI Brebes dan LDK Kampus UMUS Brebes. ■ RED/LAS/AGUS SANTOSA

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here