Peduli Seni Budaya Tradisional, RIBUT KENNEDY Mau Kembali Berkarya untuk TVRI

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Dunia pertelevisian di Tanah Air sudah demikian maju dan tambah semarak. Masyarakat penonton pun disuguhkan beragam tayangan. Mulai dari program berita politik, ekonomi, sosial kemasyarakatan sampai budaya (hiburan) modern dan tradisional.

Menurut Ribut Kennedy, seniman tradisional serba bisa, juga memberikan apresiasi besar terhadap keberadaan stasiun televisi milik Pemerintah, yakni TVRI. Kenapa? Karena masih konsisten di dalam memberikan perhatian dan sekaligus mengangkat seni budaya tradisional.

“Saya melihat itu sebagai nilai plus TVRI. Bahkan, saya sangat berharap besar, agar tanggungjawab dan tantangan, terus diemban oleh TVRI. Sebagai salah satu yang terlibat dan mengembangkan seni budaya tradisional, saya siap jika diminta terus berkarya,” ucap seniman asli kelahiran Magelang, Jawa Tengah saat diwawancarai POSBERITAKOTA, Sabtu (17/10) sore kemarin

Oleh karenanya, begitu pimpinan LPP TVRI sekarang ini tetap ‘membuka pintu’ bagi seniman tradisional, Ribut mengaku sangat tertantang. Sebab, sejak di awal tahun 80-an silam, ia sudah memulainya. Mulai dari bikin program acara Ludruk sampai Ketoprak Jenaka di TVRI.

“Jika masih ingin terus diangkat di TVRI, tentu harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekarang. Digarap dengan kekinian, tapi tetap memegang teguh, pakem seni budaya tradisionalnya,” kata Ribut yang kini bagai kembali ke ‘rumah’ yakni TVRI.

Ribut yang sudah memasuki usia 63 tahun satu ini, tercatat memulai aktif di TVRI dengan berbagai peran. Baik sebagai penulis cerita, pemain, pengatur laku maupun penggagas produksi untuk program seni budaya tradisional di TVRI. Sudah cukup banyak episode yang ikut ditanganinya. Dua di antaranya adalah program Ludruk dan Ketoprak dengan latar belakang seni budaya tradisional Jawa.

Dalam catatan perjalanan dunia karirnya, Ribut pernah juga bikin group lawak Trio Antik bersama Roso dan Rusmin. Bahkan sejak 1984 sudah mengenal dan membantu dari balik layar, manakala kelompok Srimulat mulai menancapkan eksistensinya di Taman Ria Senayan, Jakarta. □ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here