PosBeritaKota.com
Nasional

Angka Kasus Penyebaran Tembus 1 Juta Orang, PANGLIMA TNI Prihatin karena Pandemi COVID-19 Belum Bisa Dikendalikan

POSBERITAKOTA (JAKARTA) -Bentuk keprihatinan diungkapkan langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, terkait penyebaran (pandemi) kasus COVID-19 di Indonesia yang telah menembus angka psikologis satu juta orang. Hal tersebut juga membuktikan bahwa wabah virus mematikan tersebut belum dapat dikendalikan.

Disebutkan Panglima TNI lebih lanjut bahwa di awal tahun 2021 ini, penambahan kasus COVID-19 di Indonesia malah terus meningkat. Bahkan, Rata-rata ada lebih dari 12 ribu kasus positif baru setiap harinya.

“Ini terjadi pada Selasa 26 Januari 2021 kemarin saja, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19, menembus angka psikologis satu juta kasus,” ungkapnya dalam WebinarVaksin COVID-19 untuk Indonesia Bangkit’, di Jakarta, Sabtu (30/1/2021).

Menurut dia lagi bahwa kenaikan jumlah kasus tersebut, juga diikuti lonjakan angka kematian. Sesuai data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kematian akibat COVID-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir, tercatat menjadi yang tertinggi di Asia dan bahkan berada di urutan ke-12 Dunia.

“Jadi, melihat atau mendapati fakta tersebut, jelas membuktikan bahwa pandemi COVID-19 masih belum dapat dikendalikan,” tegasnya.

Namun begitu dipaparkan Marsekal Hadi Tjahjanto, di awal tahun 2021 ini semoga Indonesia memiliki harapan baru, dimana vaksin COVID-19 sudah tiba dan sudah diedarkan. Bahkan, saat ini pelaksanaan vaksinasi juga sudah mulai dilaksanakan.

Sebelum vaksin digunakan, imbuh Panglima TNI, Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin edar darurat. Selanjutnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah mengeluarkan fatwa suci dan halal atas vaksin tersebut.

“Karena itu, dimulailah vaksinasi nasional menargetkan 181 juta penduduk yang berusia di atas 18 tahun atau kurang lebih sama dengan 70 persen dari populasi penduduk Indonesia. Dan, Pemerintah menetapkan 181 juta orang untuk divaksinasi sampai Maret 2022 mendatang demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity,” tutup Panglima TNI. □ RED/THONIE AG/GOES

Related posts

Perlu Peran Masyarakat, WAKIL BUPATI SERANG: Ikut Cegah Radikalisme & Terorisme

Redaksi Posberitakota

Marhaban Ya Ramadhan, GROUP FACEBOOK GST SLAWI Kembali Berbagi Takjil

Redaksi Posberitakota

Presiden Jokowi : Etos Kerja dan Disiplin jadi Kunci Menang Persaingan

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment