PosBeritaKota.com
Nasional

Ajak Boikot Produk Israel, FADLI ZON Desak DK PBB Ambil Langkah Nyata & Stop Tindakan Biadad Terhadap Palestina

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Politisi Partai Gerindra yang juga dikenal sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP DPR RI), angkat bicara dan sekaligus mengutuk pengusiran warga Palestina di Yerusalem Timur oleh pihak Israel. Langkah itu jelas-jelas merupakan tindakan brutal dan biadab yang tak dapat dibiarkan secara berlarut-larut.

Karena itu, pihaknya mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengambil langkah nyata terhadap pelanggaran yang terus berulang dilakukan Israel. Bahkan Fadli juga menyuarakan gerakan boycott, divestment, and sanction (boikot, divestasi dan sanksi).

“Kami mengusulkan agar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non Blok (GNB) bisa segera melakukan pertemuan khusus untuk membahas situasi terkini terkait tindakan brutal Israel terhadap Palestina,” tegas Fadli Zon yang dihubungi POSBERITAKOTA, Senin (17/5/2021) siang.

Pada bagian lain, Waketum Partai Gerindra tersebut juga berharap agar negara-negara Arab dan Islam memutuskan hubungan diplomatik atau perdagangan dengan Israel. Kemudian menyerukan negara-negara Islam untuk membentuk front bersama melawan proyek normalisasi dengan Zionis.

Begitu pula kepada PBB dan OKI, tambah Fadli, supaya membentuk badan khusus rehabilitasi dan recovery Gaza dan Tepi Barat yang dibombardir Israel. “Ini sekaligus mendesak agenda kemerdekaan bangsa Palestina harus segera dibicarakan di meja diplomasi internasional sesegera mungkin secara adil, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan kemanusiaan,” ucapnya.

Sementara ini pihaknya mengapresiasi dan mendukung penuh pertemuan darurat yang digelar DK PBB dan OKI pada hari ini. Menurut Fadli dari situ sangat mengharapkan bisa menghasilkan keputusan konkret, terutama untuk menyelamatkan nyawa warga Palestina dan menghidupkan kembali proses negosiasi.

Dikatakan Fadli lebih jauh bahwa kegagalan DK PBB dalam mengambil tindakan tegas terhadap Israel dapat menggerus kredibilitas institusi global antarpemerintah tersebut. Terkait hal itu, terdapat urgensi mendesak untuk memperkuat peran PBB termasuk agar PBB lebih demokratis dan independen serta berwibawa.

Disebutkan politikus kawakan Partai Gerindra bahwa kutukan dan kecaman terhadap Israel selama lebih dari tujuh dekade terbukti tak membuat jera. Sebaliknya, Israel justru makin percaya diri bahwa dunia internasional tak akan melakukan tindakan konkrit apapun untuk melawan mereka.

Makanya komunitas global perlu melakulan langkah lebih nyata dan sungguh-sungguh untuk menghentikan arogansi Israel. Melalui segala cara, termasuk mempertimbangkan gagasan pengiriman penjaga perdamaian internasional ke zona konflik di bawah bendera PBB. Lalu menggagas ‘petisi internasional’ anti-Zionis Israel, dan mengefektifkan gerakan boycott, divestment and sanctions (BDS) terhadap Israel.

Patut dan perlu untukdiketahui, BDS adalah kampanye global yang menekan Israel dari segi ekonomi dan politik dengan harapan agar mau mematuhi tujuan gerakan ini. Lantas, mengakhiri pendudukan dan kolonisasi Israel terhadap tanah Palestina, kesetaraan hak warga Arab-Palestina di Israel serta menghormati hak pulang pengungsi Palestina.

“Justru setelah melihat situasi mencemaskan terkini dan terkait kebiadaban Israel adalah momentum bagi PBB untuk menegakkan hukum-hukum internasional,” tutup Fadli Zon. □ RED/GOES

Related posts

Puji Kerja Keras Polri, Wakil Ketua DPR RI : Arus Mudik Sangat Menggembirakan

Redaksi Posberitakota

Mengucapkan Selamat Idhul Fitri 1442 H, CAMELIA PANDUWINATA LUBIS Merasa Aman & Nyaman Lebaran di Ibukota Jakarta

Redaksi Posberitakota

Bahas Masalah Bangsa, JOKOWI-MEGA ‘Kongkow’ 3 Jam di Batutulis Bogor

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment