TAK MENYERAH KENA GEMPURAN COVID-19, ‘DAY PROJECT’ TETAP BERGAIRAH MELAHIRKAN KARYA MUSIK

JAKARTA (POSBERITAKOTA) -Dunia industri musik rupanya secara kreativitas tidak pernah berhenti bergerak, meski pandemi COVID-19 telah melumpuhkan banyak bidang bisnis dan kesenian.
Tetap ada gairah yang besar untuk melahirkan kreasi-kreasi baru di dunia musik Indonesia.

Salah satu kelompok yang tak menyerah atas dahsyatnya gempuran COVID-19 adalah Day Project. Group yang dibentuk pada tahun 2017 ini justru makin kencang kreativitasnya di saat banyak orang mengeluh. Awalnya group ini hanya membawakan lagu-lagu milik band atau penyanyi terkenal, seraya merubah formasi group. Namun makin lama makin kuat keinginan mentransformasikan diri dari group cover menjadi group yang memiliki keseharian diri, dengan membawakan lagu-lagu milik sendiri.

Menurut Manager Day Project, Ramdan Dame Sanjaya, optimisme dan semangat band inilah yang menggugah niatnya untuk bersedia mengurus Day Project dari sisi management.

“Ketika terjadi penurunan besar di sisi kreativitas band-band besar, justru Day Project menggeliat dan melahirkan lagu-lagu dan musik yang bagus secara kualitas. Ini yang membuat saya tertarik pada mereka,” kata Dame, panggilan akrab sang manager.

Day Project yang beranggotakan Benk (vokal), Aday (gitar/piano), Aroel (gitar), Metz (bass), Andy (drum) ini ke depan memang memiliki banyak program kerja, terutama intensitas pemanggungan. Adalah tugas Dame untuk mencari peluang untuk hal itu bisa terlaksana. Hal itu seperti diutarakan oleh Dame, “Salah satu cara menempa kemampuan setiap pemusik adalah melalui panggung. Kami nggak mau jadi group band yang jago di rekaman tapi lemah di stage.”

Optimisme yang dimiliki oleh semua anggota band Day Project diperkuat oleh sistem management yang diterapkan oleh Dame, sang manager.

“Kami tetap dan akan selalu optimis dalam melahirkan kreativitas-kreativitas baru yang Insya Allah akan bisa diterima oleh masyarakat,” kata Dame, menutup pembicaraan dengan POSBERITAKOTA. Maka Dame pun mempersilakan masyarakat menilai kekuatan eksistensi Day Project di lagu “Rapuh” dan “Cinta Yang Salah” di platform digital YouTube, Sportify, Joox ,Tiktok iTunes, Deezer dan Langit Musik.

Ya, ada yang silam, ada yang tenggelam, namun selalu ada juga yang hadir dan mengali. ■ RED/HANNOENG M NUR/EDITOR : GOES

Related posts

Dari Kepeduliannya ke Yatim, Elma Theana Serius Jadi Produser dan Garap Film Ciamik ‘Anak-anak Bambu’

Pamornya Semakin Bersinar, Perancang Busana Migi Rihasalay Usung Koleksi ‘Mother Eart’ di Ajang Malang Fashion Runway 2026

Saat Momen Malang Fashion Runway 2026, Perancang Busana Migi Rihasalay Luncurkan Brand Busana Anak ‘Kinikita Kidswear’