PosBeritaKota.com
Syiar

BERBAGI DI JUMAT PEKAN KE-11, SEJADAH BABE BANYAK KETEMU PKS & ATM YANG MERUPAKAN ‘POTRET KECIL’ MASYARAKAT BABELAN BEKASI

BEKASI (POSBERITAKOTA) –
Para Penyandang Kesejahteraan Sosial (PKS) dan kalangan Anak Tak Mampu (ATM) secara kebetulan banyak dijumpai Tim SEJADAH BABE (Sedekah Jum’at Berkah & Amal Jariyah – Babelan – Bekasi) saat turun ke lapangan lewat program berbagi nasi boks/aqua botol di sejumlah titik wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jum’at (15/10/2021) sejak pagi hingga siang hari.

Boleh jadi bahwa PKS dan ATM itu sendiri merupakan potret kecil dari masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi saat ini. Mereka jelas tak boleh luput dari perhatian kita dari kalangan masyarakat menengah dan atas – jika tergugah untuk memberikan rasa empati, apakah mereka pada hari ini tak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makan?

Sejalan dengan apa yang diniatkan dengan berdirinya wadah SEJADAH BABE, dimana sebagai Komunitas Warga/Jamaah Masjid yang ada di wilayah RW 025 Perumahaan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasiconcern pada realitas kehidupan sosial kemasyarakatan.

Untuk Jumat (15/10/2021) pekan ke-11, SEJADAH BABE mendistribusikan sebanyak 60 nasi boks untuk program berbagi. Berikut ini adalah profil-profil mereka para Penyandang Kesejahteraan Sosial (PKS) dan kalangan Anak Tak Mampu (ATM) yang ditemui dan sekaligus diwawancarai POSBERITAKOTA sebagai media partner dari program SEJADAH BABE yang sudah berjalan selama 3 bulan belakangan ini.

Pasangan suami istri, Iskandar (54 tahun) dan Sri Mulyani (52 tahun), ditemui Tim SEJADAH BABE di Pintu Gerbang Timur VGH Kebalen. Setiap harinya harus keliling dari perumahan ke perumahan untuk berharap belas kasihan dari masyarakat. Keduanya juga penderita cacat.

Sang suami sebagai tuna netra, sedangkan istrinya tuna wicara. Meski tanpa melihat, Iskandar mengucap rasa syukur manakala disodori 2 nasi boks dari Tim SEJADAH BABE. Bahkan memanjatkan doa untuk keberkahan para donatur yang tergabung dalam wadah SEJADAH BABE.

Hal senada juga diungkapkan Ibu Urip (62 tahu). Persis di pintu masuk minimarket Indomart VGH Kebalen, juga sebagai Penyandang Kesejahteraan Sosial (PKS). Ia melakukan pekerjaan itu demi mencari biaya untuk suaminya yang sudah tak berdaya lagi dan tinggal di rumah.

“Bapak sakit sudah berbulan-bulan tinggal di rumah. Saya melakukan ini, ya buat biaya berobat. Bapak kena penyakit paru-paru. Saya tinggal di sekitar Babelan sini,” ucap ibu Urip dengan nada suara sedikit bergetar mengundang rasa iba.

Hal yang mengejutkan lain, manakala Tim SEJADAH BABE yang menurunkan Korlap 3, Nana, saat istirahat sejenak di Perumahan Taman Kebalen. Tiba-tiba datang dua anak kecil yang masih usia Sekolah Dasar (SD). Akbar (10 tahun) masih kelas 3 SD dan Adam (8 tahun) kelas 2 SD.

Setiap pulang sekolah sekitar pukul 09.00 WIB, mereka berdua langsung kerja sebagai tukang parkir di minimarket Indomart Taman Kebalen. Begitulah pekerjaan sehari-hari sepulang sekolah. Keduanya malah bilang seharian bisa dapat antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Hasilnya?

“Saya bagi dua sama Adam. Kadang masing-masing dapat Rp 7500 atau Rp 10.000. Ya, cuma buat jajan-jajan. Sedikit ditabung buat beli-beli buku pelajaran atau seragam sekolah,” ungkap Akbar menceritakan apa adanya.

Parti (50 tahun), mengaku selain jadi pemulung barang-barang bekas, juga buruh gosok pakaian. Ia tak sendiri, tapi ada 4 sampai 5 kawannya yang bernasib sama. Sejumlah anak-anak mereka pun, ikut serta. Makanya, sangat bersyukur manakala ada program berbagi seperti SEJADAH BABE yang bisa berbagi nasi boks.

“Di sini banyak dan selalu dapat kalau sekadar nasi boks buat sarapan pagi atau makan siang. Tapi, ada pula dari orang bermobil, tiba-tiba memberi uang, pakaian bebas dan juga kadang Sembako,” aku Parti, juga saat ditemui di Perumahan Taman Kebalen.

Bersama sejumlah tukang ojek pangkalan di Pintu Gerbang Timur VGH, Sodik (48 tahun), sopir angkot biasa ngetem. Atau kadang ikut ngaso dari rasa kantuk dan capek. Makanya, ia langsung ngucapin rasa terima kasih, manakala disodori nasi boks/aqua botol untuk sekadar sarapan pagi.

“Iya, kebetulan tadi pagi pas berangkat mau narik, cuma sarapan pisang goreng sama teh manis. Nah, pas kalau jam 9 an pagi lewat, makannya,” tutur sopir angkot jurusan Pasar Babelan – Stasiun KA Bekasi. Setiap harinya, bisa bawa pulang duit Rp 100 ribuan buat keluarga.

Begitu pula Rosidi (37 tahun), buruh petani sayur-sayuran (kangkung dan bayam) di Perumahan VGH Kebalen. Ia bilang sekarang lagi panen, makanya bisa setiap hari dapat duit. Bisa Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Jadi, kalau 5 hari berturut-turut, dikumpulin ya sampai Rp 1 jutaan.

Tak sedikit profil-profil para warga Babelan yang dipotret Tim SEJADAH BABE. Mereka memiliki keluhan yang sama bahwa untuk kondisi sekarang, masih sulit untuk cari uang atau penghasilan secara normal. Kondisi pandemi COVID-19 masih berimbas bagi mereka.

Sementara itu pada Kamis (14/10/2021) malam Jumat, program SEJADAH BABE juga menyiapkan ala kadarnya sebanyak 25 boks berupa snack pisang bakar. Hal tersebut diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja yang ikut ta’lim/pengajian serta baca surah Yassin yang dipimpin guru Ustadz Rojali. Padahal yang hadir mencapai 80-an anak dan remaja. Sosok penggerak anak dan remaja cinta masjid, yaitu Adi Cahyadi dari kelembagaan RW 025, ikut ambil bagian untuk target kemakmuran di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen, Babelan, Bekasi □ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Untuk Tahun 2018, MENAG Usul Tambahan Kuota Haji Indonesia

Redaksi Posberitakota

Bangun Sistem Keterbukaan, PANPEL QURBAN 2020 Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen Mulai Bekerja

Redaksi Posberitakota

Khotbah di Masjid Jami Nurul Yaqin Kebalen Bekasi, USTADZ HM MAKHTUM : Idhul Fitri adalah Hadiah Istimewa bagi para Muttaqien

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment