31.7 C
Jakarta
19 July 2024 - 12:28
PosBeritaKota.com
Megapolitan Opini

Tinggal 100 Hari Masa Tugas, PJ GUBERNUR JAKARTA HERU BUDI HARTONO Diyakini Bakal Gagal Jalani 3 Pesan Presiden Jokowi

OLEH : SUGIYANTO (SGY) – EMIK

PADA saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pada 7 Oktober 2022, ada menitipkan 3 instruksi khusus. Sedangkan Heru Budi sendiri menyatakan bahwa dirinya bakal bekerja keras untuk menuntaskan 3 pesan Presiden Joko Widodo. Baik itu masalah banjir, kemacetan maupun penataan tata ruang.

Sungguh tak terasa, Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah lebih dari 20 bulan memimpin Jakarta, sejak dilantik pada 17 Oktober 2022. Pada hari ini, Minggu, 7 Juli 2024, hanya tersisa waktu sekitar 100 hari lagi dari masa tugasnya sebagai Pejabat Gubernur DKI Jakarta.

Seperti diketahui bahwa dalam masa jabatannya sebagai Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi menghadapi tantangan besar untuk mengatasi tiga masalah utama yang menjadi pesan khusus dari Presiden Jokowi. Ketiganya adalah persoalan banjir, kemacetan dan penataan tata ruang. Namun, upaya yang dilakukan tampaknya belum berhasil memberikan hasil yang diharapkan oleh masyarakat dan Pemerintah Pusat.

Tentu saja dengan hanya tersisa masa tugas sekitar 100 hari lagi, saya meyakini Heru Budi bakal gagal menghadapi 3 pesan Jokowi tersebut. Adapun argumentasi saya tentang kemungkinan Heru Budi akan gagal menjalankan 3pesan Jokowi adalah sebagai berikut:

TENTANG BANJIR JAKARTA

Sebagaimana diketahui, banjir adalah salah satu masalah kronis di Jakarta yang setiap tahun mengganggu kehidupan warga. Meskipun Heru Budi telah mengupayakan berbagai langkah untuk mengatasi masalah ini, hasilnya masih jauh dari memuaskan. Buktinya, Jakarta masih diterjang banjir. Banyak kawasan di Jakarta tetap terendam banjir, mengakibatkan kerugian materiil dan non-materiil yang besar bagi warga.

Sebagai contoh fakta, pada hari ini, Minggu 7 Juli 2024, saya mendapat kiriman tautan berita via WhatsApp (WA) dari mantan Walikota di Jakarta. Isi tautan berita itu berjudul, “Hujan Deras di Jakarta, Banjir Melanda Kawasan Kemang.” Artinya, di masa kepemimpinan Heru Budi, Jakarta masih tetap diterjang banjir. Dengan begitu, Heru Budi sebagai Pejabat Gubernur DKI Jakarta dapat dianggap telah gagal mengatasi banjir di Jakarta.

SOAL KEMACETAN JAKARTA

Kemacetan lalu lintas di Jakarta juga tetap menjadi momok bagi warga Ibukota. Meskipun ada beberapa inisiatif seperti pembatasan kendaraan melalui sistem ganjil-genap dan pengembangan transportasi publik, kemacetan masih belum teratasi secara signifikan. Waktu tempuh yang lama dan ketidaknyamanan dalam bepergian di kota ini masih menjadi keluhan utama masyarakat.

Lahirnya UU No. 2 Tahun 2024 Tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) belum dimaknai secara total, khususnya tentang kewenangan DKJ untuk bisa membatasi usia dan jumlah kendaraan individual guna menanggulangi kemacetan dan polusi udara di Jakarta. Sampai saat ini, kemacetan dan polusi udara di Jakarta belum bisa teratasi bahkan cenderung menjadi makin parah. Dengan demikian, secara umum Pejabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono dapat dianggap gagal mengatasi kemacetan di Jakarta, termasuk persoalan polusi udara di Jakarta.

MASALAH PENATAAN TATA RUANG

Penataan tata ruang merupakan aspek penting untuk memastikan pertumbuhan kota yang berkelanjutan dan teratur. Namun, upaya Heru Budi dalam hal ini juga dapat dianggap belum optimal. Banyak persoalan tata ruang yang terkait dengan pembangunan yang belum teratasi karena tidak selaras dengan rencana tata ruang, mengakibatkan ketidakseimbangan antara kawasan permukiman, komersial, dan ruang terbuka hijau.

Sehubungan dengan perpindahan Ibukota Negara ke Ibukota Nusantara (IKN), diperlukan langkah-langkah luar biasa untuk menata ulang tata guna bangunan dan kewilayahan di DKI Jakarta setelah kantor-kantor pemerintah pindah ke ibu kota negara yang baru. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa langkah tersebut akan dilakukan oleh Heru Budi Hartono. Atas berbagai persoalan tata ruang tersebut, Heru Budi dapat dianggap gagal dalam melakukan penataan tata ruang di Jakarta.

Dengan demikian, terdapat potensi besar bahwa Pj Heru Budi Hartono akan gagal dalam menjalankan tiga pesan utama Presiden Jokowi. Hal ini tentu akan menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas kepemimpinan Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta.

Pada awalnya, saya yakin bahwa berdasarkan pengalaman Heru Budi dalam birokrasi di Pemprov DKI Jakarta, ia akan dengan cepat mengatasi 3 pesan Jokowi. Namun, pada kenyataannya, hal ini tidak sepenuhnya terjadi. Oleh karena itu, masyarakat berharap ada perbaikan yang nyata dan terukur dalam penanganan masalah – masalah tersebut agar Jakarta dapat menjadi kota yang lebih layak huni dan tertata dengan baik. (***/goes)

(PENULIS : SUGIYANTO adalah Pengamat Kebijakan Publik, kini tinggal di Jakarta)

Related posts

Mobil Mewah, NAMA PEMILIK Segera Diumumkan Jika Menunggak Pajak

Redaksi Posberitakota

Ketua DPD IPK DKI Jakarta, LEO SITUMORANG SH MH Bantu Advokasi Warga Tak Mampu

Redaksi Posberitakota

Raih Penghargaan dari Kementerian LHK RI, PEMPROV DKI Siap Ajak Semua RW di Jakarta Berorientasi Lingkungan

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang