JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Masih di awal tahun 2025 ini, sebuah pameran besar dihelat Komite Seni dan Budaya Nusantara (KSBN) dalam perjalanan eksistensinya yang sudah memasuki tahun ke-8 (Sewindu KSBN). Rasanya, bagi pecinta seni dan budaya di Tanah Air, tak boleh melewatkannya.
Kenapa? Karena, KSBN menggelar pameran fotografi, lukisan, patung dan tenun. Kegiatan tersebut juga diadakan secara sepekan melalui ‘Pergelaran Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara’ KSBN (Komite Seni dan Budaya Nusantara).
Untuk pameran itu sendiri berlangsung di Galeri Gedung di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Selatan No 11 Gambir Kota, Jakarta Pusat, sejak 10 – 17 Pebruari 2025. Setiap harinya dibuka sejak Pukul 10.00 WIB.
Patut diketahui bahwa beberapa karya fotografi, lukisan, patung dan tenun, antara lain merupakan karya para anggota KSBN (Komite Seni dan Budaya Nusantara) dari berbagai daerah di Indonesia.
KARYA LUKISAN
Ada 50 orang pelukis ikut ambil bagian memamerkan karyanya dalam Perhelatan “Pergelaran Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara” ini. Mereka diantaranya tergabung dalam wadah ASPEN (Asosiasi Pelukis Nusantara).
Nama-nama pelukis tersebut masing-masing Nadia, Yunti, Wito, Tato, Taufik, Hotly, Eki Thadan, Feriendaz, Dayu, Sodik, Wawan, Made, KS, Pustanto, Adin, Sisjunjungseni, Antonius, Annie Sofyan Suwita, Anni Kholilah, Joppierr Rizal, Apisarow, Djaroe, Wantiyo Indrawan, Udhi Marsudi, Adlianto Zaman27, Panji, Munadi, Dwiyanto, C.D. Kristiari dan Erwin Setiawirawan.
Selain itu ada pula Yayok APFD, Aryo Bimo, Lilik Subekti, Yudi. S, AR Tanjung, Thomas Edi, Nugraha, Wayan Sudana, Srinaryo, Hior, Akbar Linggaprana, Ernawan, Budi Utomo, Smedi, Kusnadi, Vauzi Gunawan, Carsilah Waes, Udin Choiruddin, Haris, Handoyo JJ, Purwadika, Novandi, dan Rah Madi.
KARYA PATUNG
Sedangkan untuk seni patung menampilkan karya Yusman. Salah satu perupa Indonesia ini sosoknya dikenal sebagai pematung para tokoh-tokoh bersejarah di Indonesia. Selama 26 tahun menjadi perupa sudah banyak patung dibuatnya.
KARYA FOTOGRAFI
Berbeda untuk karya fotografi. Pameran ini menampilkan sejumlah karya fotografi yang menjadi perhatian dan memenangkan berbagai penghargaan kelas dunia.
Mereka yang ikut andil antara lain karya dari fotografer Ajar Setiadi, Sofi Sugiharto, Rita Walarentina, Lita Legowo, Lisdiyanto, Rini Widyantini, Flora Rikin, dan Ranar Pradipto.
KARYA TENUN
Dari berbagai karya kain tenun yang ditampilkan terdapat karya-karya dari para designer adibusana; penenun ternama Indonesia yang selama ini aktif ikut menumbuh kembangkan karya kain tenun.
Mereka diantaranya; Anita Gathmir (Ketua Komunitas Tenun Tidore – Putra Dino Kayangan, Ir. Myra Widiono, M.Sc (Ketua Warlami), G.K.B.R.A.A Pakualam, dan perancang busana lainnya.
SENI RUPA TERUS BERGERAK
Yang pasti bahwa pameran fotografi, lukisan dan patung ini sebuah connecting people; satu misi yang diusung bagaimana dunia seni rupa, khususnya fotografi, lukisan dan patung terus bergerak menghubungkan satu sama lain.
“Berharap pameran ini dapat memberikan informasi, edukasi, motivasi, dan menjadi wujud komunikasi visual dari berbagai budaya dan gaya kreativitas. Memperluas wawasan tentang fotografi, lukisan, patung, termasuk kain tenun, dan seni lain bagi yang melihatnya,” ujar Eny Sulistyowati S.Pd SE MM selaku Ketua Panitia Penyelenggara Pameran tersebut.
DEMO PROSES PEMBUATAN TENUN & LOMBA
Sementara dalam perhelatan itu tak hanya memamerkan karya fotografi, lukisan, patung serta karya busana. Namun dalam rangakaian acara ‘Pergelaran Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara’ tersebut, juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya.
Sebut saja antara lain, fashion show, sarasehan tentang pelestarian dan demo proses pembuatan tenun. Termasuk ada demo fotografi, demo melukis sosok budayawan, demo melukis penari daerah berbusana lengkap sebagai penari, lomba melukis untuk anak-anak maupun acara lainnya.
Acara fashion show menampilkan berbagai karya budaya, seperti batik dan tenun, sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Indonesia.
“Pergelaran Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara” melibatkan anggota dan seluruh komponen pengurus di tingkat Dewan Pimpinan Wikayah (DPW) di 18 provinsi.
Perlu diketahui bahwa KSBN saat ini, telah memiliki kepengurusan; Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di 18 provinsi sejak didirikan tahun 2017. © RED/AGUS SANTOSA
|