JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Seniman muda serba bisa yang asli putra Betawi tulen, Ibenk, memang tak ada matinya dalam urusan ide kreatif, inovatif serta mampu membaca faktualitas situasi dan kondisi. Bertepatan dengan datangnya 1 Syahwal 1446 H (Lebaran 2025), dirinya merekam ulang tembang ‘Lebaran‘ yang diciptakan serta pernah populer di tahun 1995 silam.Disebutkan bahwa lagu ‘Lebaran‘ itu sendiri menjadi salah satu yang ada di dalam album ‘GARIS‘ (Gabungan Artis Remaja Islam). Ibenk selaku penulis lagu merangkap produser. Saat itu malah melibatkan Tantowi Yahya dari Ceepee Productio, Majalah Aneka serta 988 FMoslem Radio Attahiriyah.
Sedangkan untuk rescale (merekam ulang-red) lagu ‘Lebaran‘ yang merupakan ciptaan Ibenk dan Ab. Utomo tersebut, Ibenk menggandeng peran wadah sie seni budaya dari Iskaman 37 (Ikatan Alumni SMAN 37 Jakarta. Juga melibatkan Adam S. Permana, arranger yang merangkap executive producer. Proyek tersebut diproduksi di Yaraz Studio Omahku D25.“Selain ingin meng-update lagu Lebaran, saya punya niatan agar alumni SMAN 37 Jakarta bisa sekalian menjalin tali silaturahmi. Mumpung di hari Lebaran,” terang Ibenk kepada POSBERITAKOTA dalam wawancara khusus melalui sambungan telepon, Senin (31/3/2025).


Siapa saja sosok yang terlibat dalam rekaman ulang lagu ‘Lebaran‘ kali ini? Ada 4 penyanyi yang merupakan alumni SMAN 37 Jakarta dari lintas anggkatan. Mereka antara lain : Ibenk, Ria Irianti Samdanoes, Nita Jonteque dan Krisna Mukti.Harapannya, seperti dikatakan Ibenk, lagu ‘Lebaran‘ yang bergenre religi bisa memberikan pesan moral khususnya terhadap generasi muda. Karena, tambah dia, saat ini banyak generasi muda yang sudah kebablasan dalam menjalani kehidupamnya. Mereka kurang santun dan kurang hormat kepada orangtua.Pada sisi lain, ditambahkan Ibenk lebih lanjut, setelah Lebaran bakal memproduksi ulang beberapa lagu lagi. Rencana diambil dari album ‘Garis‘ yang antara lain berjudul ‘Khalifah‘, ‘Asma Allah’, ‘Asa’, ‘Kuasa Tuhan’ dan lain-lain. Yang kesemuanya merupakan ciptaan Ibenk sendiri dan dibantu Ab. Utomo. © RED/AGUS SANTOSA