JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Berkomitmen melalui semangat solidaritas lintas negara, Türkiye Diyanet Vakfı (TDV) melibatkan peran Human Initiative (HI) dengan menghadirkan program qurban untuk masyarakat Indonesia.
Seperti diketahui bahwa di tahun 2025 ini, sebanyak 730 ekor sapi tersalurkan ke 3 provinsi, 9 kota/kabupaten serta 136 desa-desa yang ada di Indonesia.
Sedangkan wilayah-wilayah yang disasar tersebut meliputi Gorontalo, Maluku Tengah, Lombok Utara dan Lombok Barat. Bahkan untuk penyalurannya itu sendiri, menjangkau lebih dari 63.510 Pemegang Hak Program (PHP) di berbagai pelosok Tanah Air.

“Tentunya program ini merupakan bentuk nyata dari semangat kolaborasi lintas negara untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Dan, Human Initiative terus berupaya memastikan hewan qurban sampai ke pelosok-pelosok yang sulit dijangkau,” tegas Romi Ardiansyah selaku VP Operation Human Initiative dalam keterangan resminya di lokasi kegiatan.

Namun untuk pelaksanaan di lapangan, hadir perwakilan dari Türkiye Diyanet Vakfı dan Kementerian Agama Turki sebagai bentuk komitmen mereka terhadap program ini. Bilal Aksoy, perwakilan dari Kementerian Agama Turki, bersama Muhsin Koçak selaku Ketua Koordinator Lapangan Türkiye Diyanet Vakfı, turut menyapa warga dan menyaksikan langsung pendistribusi daging qurban.
Selain itu juga Hulusi Gölpınar, perwakilan TDV yang bertugas khusus di Kabupaten Lombok Utara. Kehadirannya guna memastikan kegiatan berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Türkiye Diyanet Vakfı sendiri merupakan lembaga kemanusiaan yang berada dibawah naungan Kementerian Agama Turki. Sejak 1975, TDV telah berkiprah di lebih dari 100 negara, membawa amanah qurban dan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Turki kepada masyarakat dunia, termasuk Indonesia.
Harapannya dengan semangat persaudaraan dan kemanusiaan, program qurban ini juga menjadi pengingat bahwa kasih sayang dan kepedulian tidak mengenal batas negara. Masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah penerima manfaat, menyambut program ini dengan hangat sebagai bentuk solidaritas yang menguatkan. © RED/AGUS SANTOSA

