Ajang ‘Festival Teater Tradisional’ di GKJ, 15 SANGGAR Ditampilkan Jelang HUT ke-498 Kota Jakarta

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sekitar 9 hari kedepan jelang memasuki Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 498 Kota Jakarta atau tepatnya pada 22 Juni 2025 mendatang, patut diapresiasi bentuk sinergi positif antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan dengan penggiat seni budaya Betawi yang mengadakan ajang ‘Festival Teater Tradisional’ ke-2 di tahun 2025. Bisa ditonton secara gratis.

Sedangkan ajang ‘Festival Teater Tradisional’ ke-2 di tahun 2025 tersebut, diadakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) Pasar Baru, Jakarta Pusat, 10-18 Juni 2025 mendatang. Bahkan, masyarakat luas pun mendapat kesempatan untuk menyaksikan penampilan terbaik para seniman dari sanggar- sanggar teater tradisional, yakni asal 5 wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu serta dari sejumlah daerah di Indonesia.

“Dalam hal ini, tentunya kita bersyukur karena jumlah peserta Festival Teater Tradisional ke-2 di tahun 2025 ini, meningkat. Sebelumnya di tahun 2024 hanya diikuti 10 sanggar. Sekarang 15 sanggar, termasuk peserta dari beberapa daerah. Penambahan peserta festival ini menunjukkan gairah dan semangat para seniman tradisional Betawi terus berkembang,” ujar Ketua Panitia ‘Festival Teater Tradisional’ ke-2, H Ramdani Hasbullah yang akrab dipanggil Qubil AJ kepada POSBERITAKOTA dan SUARAKARYA, di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2025) sore kemarin.

Disebutkan pula bahwa ajang tersebur menjadi momentum strategis, yakni melaksanakan dan mengembangkan seni budaya tradisional Betawi, karena sesuai dengan amanat Peraturan Daerah (Perda Nomor 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi).

“Maka itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan jajarannya yang telah mensupport penuh event ini. Rasanya bahagia sekali atas sinergi apik Pemprov DKI dengan kami para seniman Betawi. Para seniman tradisional mendukung penuh upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal ini menjadi tuan rumah sendiri khususnya menyongsong 500 tahun Kota Jakarta,” imbuh Qubil AJ yang juga dikenal sebagai pimpinan sanggar Oplet Robet (Ocehan Plesetan Rombongan Betawi).

Diakui aktor yang kondang lewat peran Madid Musyawaroh di serial sinetron ‘Islam KTP’ itu lebih lanjut bahwa dirinya bersama tokoh- tokoh Betawi tak bosan terus mendorong para seniman teater tradisional untuk giat dan semangat berlatih meningkatkan kualitas akting dan seni perannya.

Oleh karenanya, Qubil AJ berharap Pemprov DKI dan DPRD untuk meningkatkan kepeduliannya dalam membangun seni budaya tradisional Betawi. “Ya kita berharap perhatian eksekutif dan legislatif lebih peduli lagi, ditingkatkan anggaran yang mendukung aktivitas sanggar-sanggar seni Betawi dan menambah agenda pementasan,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kebudayaan Jakarta Selatan (Jaksel), Rusmantoro, ikut menambahkan bahwa pihaknya terus memperhatikan, mendukung pengembangan dan pelestarian seni budaya Betawi.

“Kami terus mendukung kegiatan para seniman dengan memberi perhatian yang maksimal, sehingga tidak pernah ada proposal kegiatan yang tidak didukung Pemprov DKI melalui jajaran Dinas dan Suku Dinas Kebudayaan di lima wilayah kota,” ucap dia.

Lebih lanjut, Rusmantoro menjelaskan bahwa di wilayah. Jaksel, ada lebih kurang 250 sanggar yang secara intensif membina seniman budaya Betawi.Sementara itu pemilik sanggar Bintang Timur Lenong, Ulu Jami , Jakarta Selatan, Abdul Aziz dan Pimpinan Kampung Silat H Noval Haryawan mengharapkan ditingkatkannya perhatian dari Pemprov DKI dalam memfasilitasi sanggar- sanggar seni budaya Betawi.

“Tolong seharusnya ada penambahan agenda pementasan. Jika saat ini ada 2-3 kali event dalam setahunnya, diharapkan ditambah lagi menjadi 4 kali per tahunnya. Dengan kepastian penambahan agenda pentas itu, maka pekerja seni tradisional Betawi akan bergairah, bersemangat menjalani latihan,” pinta Abdul Azis.

Dikatakan H Noval Haryawan, pemilik Kampung Silat Betawi bahwa ajang ‘Festival Teater Tradisional’ ke-2 tersebut menjadi momen kebangkitan semangat para seniman. Malah diharapkan dapat memberikan perhatian terhadap para seniman Betawi dan perlu terus ditingkatkan. Anggaran di APBD DKI perlu ditambah secara signifikan.

“Sebab, banyak sekali seniman yang hidupnya kurang beruntung. Mereka ada jadi scuriti, cleaning servis dan pekerja informal lainnya. Kalau semakin banyak tampil di pentas, tentu ada penghasilan yang baik. Hal itu untuk meningkatkan ekonomi keluargan mereka,” terang Noval, lagi. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Di Kabupaten Badung Bali, BBTF 2026 Rampung dan Transaksi Pariwisata Capai Rp 6,9 Triliun

Kriminologi 500 Tahun Jakarta, Agustus 1945 : Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan (Seri 20)