JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Dalam rangkaian HUT ke- 498 Kota Jakarta, Daya Wanita PAM Jaya menggelar khitanan massal terhadap 297 anak yang datang mendaftar. Sedangkan pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di RPTRA Mustika Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (16/6/2025).
Disebutkan bahwa ke-297 anak-anak yang ikut dalam khitanan massal merupakan warga Kecamatan Kramat Jati dan sekitarnya. Mereka mengikuti khitan yang dilakukan sejumlah dokter dari Rumah Khitan Mahdian, sejak pagi hingga siang.

Terhadap anak-anak yang berusia 5-12 tahun, mengikuti khitan dengan menggunakan teknologi canggih, sehingga tidak bakal merasaka sakit. “Sudah barang tentu, tidak bakalan terasa sakitnya,” ucap Alif (8 tahun), salah seorang anak yang ikut dikhintan.
Mereka itu selain mengikuti khitan gratis, semua peserta memperoleh bingkisan menarik dan uang saku Rp 250.000 dari BUMD PAM Jaya. Oleh karenanya, peserta terus berdatangan lamgsung ke lokasi acara, meski pendaftaran sebelumnya bisa dilakukan melalui online karena diinformasikan melalui media sosial (Medsos).

Melalui sambutannya di acara pembukaan Lia Arief selaku Ketua Panitia Khitanan Massa Daya Wanita PAM Jaya, mengatakan bahwa event ini merupaka tahun ke-3. Sedangkan untuk jumlah peserta mengalami kenaikan dari tahun ke tahunnya.
“Syukur alhamdulillah, anak-anak begitu antusias untuk mengikuti khitanan massal yang kita selenggarakan dalam rangka HUT ke-498 Kota Jakarta. Bahkan, event ini kita laksanakan sesuai arahan atau instruksi Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung, dimana BUMD harus membantu maksimal menyejahterakan warga Jakarta melalui kegiatan sosial ini,” tegas Lia Arief yang juga dikenal sebagai istri dari Direktur Utama BUMD Pemprov DKI Jakarta, Arief Nasrudin.

Di saat moment pertama di tahun 2023, diterangkan Lia Arief, sebanyak 155 anak dikhitan. Berlanjut di tahun 2024, ada 503 anak. Sedangkan pada tahun 2025 ini, total sebanyak 1293 anak di 5 Wilayah Kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
“Untuk pendaftaran peserta khitanan massal melalui online CSR PAM Jaya. Namun begitu dibuka pendaftarannya langsung banjir peminat. Target kita 1000 pendaftar, tetapi satu hari sebanyak 1293 pendaftar sehingga langsung kita tutup. Bahkan kita kewalahan menolaknya,” imbuh Lia Arief.

Pada kesempatan yang sama Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, ikut menambahkan bahwa kegiatan ini telah memasuki tahun ke-3, dimana peserta bertambah terus dari tahun ke tahun. “Khitan sunah muakkad atau bahkan diwajibkan bagi umat Muslim, karena dengan dikhitan menjamin kebersihan dan kesehatan,” tegasnya.
Menurut Syahrul Hasan lebih lanjut bahwa kegiatan khitanan massal ini sangat membantu masyarakat. Sebab, jika khitan reguler per anak biayanya sebesar Rp 3,5 juta – Rp 4 juta. “Jadi, kegiatan khitanan massal ini, diharapkan memang sangat membantu bagi warga Jakarta,” ujarnya.

Tak lupa, Syahrul Hasan pun menyampaikan terima kasih kepada Daya Wanita PAM Jaya yang telah melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Kramat Jati dan sekitarnya.
“Selain itu, kami pun ingin minta maaf kepada masyarakat luas, khususnya di wilayah Kramat Jati. Kenapa? Karena, sejak awal 2025 lalu, ada pekerjaan galian pipa air bersih dari PAM Jaya yang mengganggu kelancaran lalulintas. Mohon dipahami ini bagian dari proses pengadaan air bersih baru sebanyak 3.000 liter per detik,” paparnya.

Begitu pula Sekretaris Kota (Sekko) Pemkot Jakarta Timur, Eka Darmawan, mengungkapkan bahwa program CSR BUMD PAM Jaya sangat membantu masyarakat. “Maka itu, sekali lagi kami ingin menyampaikan terima kasih atas kepedulian sosial dari PAM Jaya ini,” urai Eka Darmawan yang juga pernah selama 7 tahun menjabat Camat Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sementara itu saat memberi keterangan pers kepada media di akhir acara, Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin, menegaskan bahwa khitanan massal ini adalah kepedulian sosial yang memang diinstruksikan oleh Gubernur DKI Pramono Anung.

“Jadi memang ada instruksi dari Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung. Dimana memerintahkan kepada seluruh BUMD-BUMD milik Pemprov DKI, supaya peduli dan banyak membantu masyarakat,” kata Arief Nasrudin, menutup keterangannya. © RED/AGUS SANTOSA

