DENPASAR (POSBERITAKOTA) – Musisi solo Deva Dianjaya resmi merilis album debutnya bertajuk Pendevasaan pada Jumat, 4 Juli 2025. Album ini berisi empat lagu yang ditulis dan dinyanyikan Deva sendiri dalam bahasa Indonesia, mengangkat tema cinta, kehilangan, dan proses melepaskan.
Proses penulisan lagu, khususnya pada single utama Dulu Kau Indah, menurut Deva terinspirasi dari pengalaman emosional seseorang yang belum bisa melupakan masa lalunya. “Bercerita tentang seorang cowok yang belum move on dengan kisah masa lalunya saat memiliki pacar. Dia masih selalu ingat mantannya ke mana pun dia pergi. Tapi berangsur-angsur, hari demi hari, dia berusaha untuk move on, melupakan semua, dan melanjutkan hidup,” jelas Deva.
Meskipun liriknya sarat luka, Deva memilih pendekatan musikal yang upbeat untuk menciptakan kesan emosional yang kontras. “Agar memberikan nuansa baru di kancah musik Indonesia, lagu galau nggak harus dibuat dengan instrumen musik yang melow,” ujarnya. “Agar pendengar yang relate bisa move on lebih cepat dengan mendengar musik yang middle up beat.”
Keempat lagu dalam album ini—Dulu Kau Indah, Memendam Rasa, Ku Bukan Dia, dan Ku Punya Hati—dibawakan sepenuhnya dalam bahasa Indonesia. Keputusan ini diambil Deva untuk memperluas jangkauan pendengarnya. “Karena saya ingin menjangkau lebih banyak lagi pendengar dan penikmat musik. Semoga bisa menjangkau pendengar di luar Bali juga,” katanya.
Sebelum album ini dirilis, salah satu lagu yaitu Ku Bukan Dia telah lebih dulu dipublikasikan sebagai single pada tahun 2024 dan mendapat respons positif dari publik.
Album Pendevasaan kini sudah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan lainnya. Video klip Dulu Kau Indah dapat disaksikan di kanal YouTube Deva Dianjaya Official.
Lirik Lagu Dulu Kau Indah – Deva Dianjaya
Dulu kau begitu indah
Kau begitu sempurna
Di dalam hidup ini
Hhmm
Dulu kau sungguh mempesona
Kau buat ku jatuh cinta
Kau membuatku tergila-gila
Tapi itu hanyalah dulu
Saat kau masih bersamaku
Sebelum kau tinggalkan diriku
Kau yang goreskan luka di dalam hati ini
Tak bisa terobati meski kau datang kembali
Jujur aku tak bisa untuk membenci dirimu
Cintaku lebih besar dari benciku
Tapi itu hanyalah dulu saat kau masih bersamaku
Sebelum kau tinggalkan diriku
Tapi itu hanyalah dulu
Saat kau masih menjadi kekasihku
Kau yang goreskan luka di dalam hati ini
Tak bisa terobati meski kau datang kembali
Jujur aku tak bisa untuk membenci dirimu
Cintaku lebih besar dari benciku. © RED/PRIEK TOS/EDITOR : GOES

