DEPOK (POSBERITAKOTA) – Kaya materi belum tentu kaya bathin. Tapi sebaliknya apabila memiliki kekayaan bathin, pastilah materi pun tak serba kekurangan. Begitulah jika ingin mengenali sosok jurnalis (wartawan) senior Eddie Karsito yang karib dengan nama panggilan ‘Kang Edkar’.
Kenapa dirinya tak pernah merasa kekurangan dalam soal materi? Iya, karena kapasitasnya di dalam membangun korelasi. Dengan siapa pun. Baik itu sesama profesi, artis, seniman, budayawan, usahawan maupun profesional lain (pejabat). Tegasnya, karena itulah Kang Edkar, bisa hidup disegala jaman.
Namun jika fokus membicarakan terkait keterlibatannya di dunia seni peran, dimana 11 : 12 antara dunia jurnalis (wartawan) dan seniman (aktor), Kang Edkar memiliki tekad bagaimana dalam berekspresi dan berkontribusi. Sebab, menurutnya, setiap peran dalam sebuah film sekecil apapun memiliki andil besar dalam membentuk kekuatan cerita secara utuh.
Kendati lebih dikenal melalui kiprahnya di dunia jurnalistik, talenta akting Kang Edkar tidak bisa dipandang sebelah mata. Ternyata berkali-kali menjadi aktor nominee di sejumlah festival film bergengsi. Memenangkan penghargaan Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2008, melalui film “Maaf, Saya Menghamili Istri Anda” berperan sebagai Lamhot Simamora.
Begitu pun saat ini, dimana Kang Edkar kembali menunjukkan kualitas aktingnya dalam film terbaru berjudul “Banyak Anak Banyak Rejeki (yang Harus Dicari!)”. Sebuah film yang mengangkat aksentuasi budaya lokal dengan sentuhan khas Betawi lewat balutan semangat ke-Nusantaraan. Film ini diproduseri Fadli Fuad dan disutradarai Tyas Asko.
Saat bincang santai disela-sela proses syuting di kawasan Kota Depok, Sabtu (5/7/2025) kemarin, Kang Edkar tampak membaur dengan para kru dan pemain. Dalam film ini, ia memerankan tokoh Cak Edi, seorang pedagang sate ayam asal Madura.
Namun menariknya, Kang Edkar membawakan peran tersebut dengan logat Madura yang fasih dan penuh totalitas. Malah dirinya bukan sekadar mengucapkan dialog, tetapi benar-benar menghidupi karakternya. Mampu menciptakan sosok Cak Edi yang hidup dan berkarakter kuat.
“Jelas, ini kebanggaan sekaligus ruang silaturahmi dengan kawan-kawan di industri film,” celetuknya membuka obrolan dengan awak media sebelum pengambilan gambar untuknya.
KERAP DAPAT PERAN MINIM DIALO
Seperti diketahuibl bahwa setiap aktor memiliki porsi dialog. Bahkan soal dialog, menurut Kang Edkar, justru menjadi hal penting dalam sebuah film. Bahkan, dialog yang diucapkan sang aktor, bakal sangat memengaruhi jalan cerita.
Lantas, bagaimana jika aktor minim dialog dan tampil di film hanya beberapa scene (adegan) saja. Itulah yang kerap dialami Edkar, aktor yang juga penggiat budaya dan kemanusiaan tersebut.
“Soal sedikit atau banyak peran dan dialog tidak masalah. Bagi aku yang penting mampu menghidupkan karakter peran. Juga tampil meyakinkan serta bisa menarik bagi penonton,” ungkap dia, melanjutkan obrolannya
Masih menurut Kang Edkar, banyak aktor-aktor Hollywood berperan dalam film minim dialog justru memorable. Seperti aktor Leonardo DiCaprio dalam film ‘The Revenant’, Arnold Schwarzenegger dalam film ‘Terminator 2,’ dan atau Henry Cavill dalam film ‘Batman Vs Superman.’
Malah aktor-aktor Hollywood yang ada, lanjut dia, rata-rata hanya menggunakan waktu antara 5 sampai 11 menit berdialog dari total durasi film sepanjang satu setengah jam.
“Dari situ paradigma yang digunakan bukan soal dialog, satu atau dua scene. Tapi, totalitas akting dan harus bisa memahami peran dalam satu judul film,” benernya.
Lantaran sering mendapat peran-peran berdurasi pendek, tak heran jika sahabatnya sesama aktor maupun sutradara kerap menjulukinya Mr. One Scene. Yaitu aktor yang sering mendapat peran satu atau dua scene. Sedangkan bagi Kang Edkar tak masalah.
Sementara di banyak Film Televisi (FTV) atau Sinetron, Kang Edkar juga sering dipercaya menjadi pemeran utama dan pemeran pembantu utama. Khususnya sinetron yang membutuhkan peran berkarakter.
Sebut antara lain; serial O’Seraam (ANTV) : episode “Arwah Pak Jiman,” dan “Lampor” (2002), serta sinetron serial “Rumah Eyang” (RCTI) 2008.
Film Televisi (FTV) “Ujang Pantry” (ANTV) 2006 mengantarkan Eddie Karsito (Kang Edkar) terpilih sebagai nomine Pemeran Pembantu Pria di Festival Film Indonesia (FFI) 2006.
Juga di film “Banyak Anak Banyak Rejeki” yang diproduksi Black White Pictures ini, Kang Edkar berperan sebagai Tukang Sate Madura. Beradu akting dengan aktor Fadli Fuad, dan Elina Joerg, artis cantik dan model Indonesia yang kini tengah naik daun.
GELANDANGAN TIDUR DI EMPERAN TOKO
Deminmendalami peran, Kang Edkar juga mengaku tak perlu observasi khusus. Sebab sepanjang hidupnya sebagai perantau, dirinya mengaku sangat intim dengan masyarakat akar rumput dari berbagai suku dan berbagai daerah. Termasuk dekat dengan pedagang keliling dan asongan, pengamen, dan anak-anak jalanan.
“Pahitnya hidup di Jakarta aku rasakan. Jadi gelandangan, tidur di emperan toko. Jadi kuli bangunan, kuli panggul di Pasar Induk Kramat Jati. Pernah jadi kenek angkot, supir oplet, jualan bakso, macam-macam,” kenang perantau asal Kisaran Asahan, Sumatera Utara tersebut.
DEDIKASI & PENGHARGAAN
Berikut ini atas dedikasinya di dunia seni peran, Kang Edkar beberapa kali menerima penghargaan, antara lain; Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2008, melalui film “Maaf, Saya Menghamili Istri Anda” berperan sebagai Lamhot Simamora.
Nominator Pemeran Pembantu Pria Festival Film Jakarta (FFJ) 2007, serta Nominator Pemeran Pembantu Pria Festival Film Indonesia (FFI) 2006.
Bersama rekan satu komunitasnya menerima penghargaan Juara 1 Karya Kolektif Festival Film Independen Indonesia(FFII SCTV) Tahun 2003, Film “Disuatu Siang Di Sebuah Perkampungan Kali Mati Karet Bivak.”
Selanjutnya, Kang Edkar juga menerima penghargaan dari Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia sebagai “Anak Bangsa Berkepribadian Pembangunan 2013” karena dedikasinya membina pemulung dan mengkapitalisasi sampah produktif.
Sejauh ini sudah puluhan judul film layar lebar dan ratusan judul sinetron telah dibintangi aktor yang juga pendiri Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan ini.
Beberapa filmnya yang relatif menonjol adalah film“Maaf, Saya Menghamili Istri Anda” (2007), “Mengejar Mas-Mas” (2007), dan Film Televisi (FTV) “Ujang Pantry” yang ditayangkan di ANTV (2006).
Dia juga bertindak sebagai produser membuat film di luar negeri, antara lain di Sydney Australia, Tokyo, Osaka, Yokohama, dan Kiyoto Jepang.
Pada saat Pandemi COVID-19, Kang Edkar juga menyutradarai film pendek tentang pergelaran Wayang Kulit disertakan dalam “International Festival Shadow Theater Indonesia” yang berlangsung di Mexico 2021.
Film yang diproduksi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi – Republik Indonesia tersebut juga dirilis dan ditonton di 33 Negara sahabat.
AKTUALISASI DIRI TIADA HENTI
Namun terkait aktivitasnya di 2 profesi; aktor dan wartawan, Kang Edkar mengaku sangat mencintai profesi tersebut. Bagi dia khusus di 2 profesinya tersebut merupakan wilayah unik.
Keaktoran dan kewartawanan, tegas dia lagi, adalah profesi tiada henti untuk mengaktualisasi diri, terbuka, universal, humanis dan rahmatan lil’alamiin.
“Yang jelas penuh dengan idealisme, semangat, cita-cita, tujuan, taktik menyesuaikan diri pada ruang dan waktu, situasi dan kondisi, tanpa kepura-puraan,” pungkas penulis buku ‘Menjadi Bintang : Kiat Sukses Jadi Artis Panggung, Film dan Televisi’. © RED/AGUS SANTOSA