PosBeritaKota.com
Entertainment Top News

Ide Lukisan Jake James Berjudul ‘Pink World’, NINA JAMES Bersama Desainer Migi Rihasalay Suarakan Perdamaian Dunia Lewat Mode

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Mensikapi belum surutnya perang di sejumlah negara, Nina James yang merupakan founder dari bran Mimesis asal Australia, menyampaikan pesan cinta dan kedamaian lewat karya seni dan mode. Bahkan, bule cantik tersebut tengah menggagas sebuah kolaborasi unik bersama desainer dari Tanah Air (Indonesia) Migi Rihasalay dan seniman Jake James.

Sedangkan inspirasi utama dari kolaborasi itu sendiri, bermula dari lukisan ikonis karya Jake James yang bertajuk ‘Pink Lips’, karena merupakan bagian dari pameran bertema ‘Pink World’.

Namu lukisan itu memancarkan simbolisme kuat tentang kasih sayang, keindahan serta harapan akan dunia yang lebih damai. Jadi, sangat pas dengan situasi dunia sekarang ini yang sedang terjadi peperangan di sejumlah negara.

“Justru lewat Pink World, kami ingin mengingatkan bahwa dunia ini seharusnya dipenuhi cinta. Kita juga harus saling menyayangi. Termasuk menciptakan kedamaian dan hidup dalam harmoni,” tegas Nina James, Senin (7/7/2025) kemarin kepada wartawan di Jakarta.

Tentu dengan mengusung tema tersebut, Nina berinisiatif menjadikan karya lukisan Jake sebagai motif utama yang dijabarkan dalam sebuah busana eksklusif yang dikenakan oleh publik figur ternama, Irfan Hakim. Karena itulah, Irfan pun tampak gagah dan berkelas mengenakan baju berwarna pink karya Nina bersama Migi..

“Pada busana tersebut tidak hanya menampilkan karya seni visual, tetapi juga menyuarakan nilai kemanusiaan lewat fashion. Saya malah ingin menyampaikan pesan cinta kepada dunia melalui medium seni. Apalagi busana ini menjadi kepanjangan tangan dari semangat lukisan Jake,” tambah Nina.

Terkait proses penciptaan busana tersebut memakan waktu hingga empat bulan. Untuk tahapan awal dimulai dengan mencetak motif lukisan ‘Pink Lips‘ di atas kain satin silk yang halus dan mewah. Selanjutnya, proses detail dilakukan secara manual, termasuk penempatan piringan payet satu per satu yang mengikuti gradasi warna pada kain.

“Dalam setiap warna memiliki makna dan setiap payet adalah hasil perjuangan para pelaku UMKM yang mengerjakannya secara manual. Jadi, bukan dengan mesin modern. Nina There’s a purity of MIMESIS in every handcrafted detail,” ucap Nina yang juga menggandeng Celebrity Fashion Stylist, Wishnu Aji.

Patut diketahui bahwa kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata bagaimana seni, fashion dan kerja kolaboratif bisa menyatukan berbagai elemen, mulai dari lukisan hingga busana. Tujuannya untuk menyuarakan nilai tentang cinta, perdamaian dan kemanusiaan.

“Tujuan dengan melibatkan seniman, desainer dan para perajin lokal, proyek ini menjadi simbol bahwa keindahan bisa lahir dari kolaborasi lintas batas. Sebab, ditengah hiruk pikuk dunia, masih ada ruang bagi pesan cinta yang disampaikan dengan elegan,” terang Nina yang sering mondar-mandir AustraliaJakarta. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Keluar dari Kemelut Dualisme, AHMAD MUNIR Terpilih Jadi Ketua Umum PWI Pusat Periode 2025-2030

Redaksi Posberitakota

Gabung di GNCP, ERLYN SUZAN Doakan Prabowo Subianto di Pilpres 2019

Redaksi Posberitakota

Ayo Kenali ‘Amygdala Hijack’, COACH RHEO Bilang Itu Fenomena Penyebab Suami Tega Cekik & Banting Istri

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang