PosBeritaKota.com
Business Megapolitan

Lomba Digitalisasi Pasar Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,18 Persen

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci untuk membangkitkan kembali pasar tradisional Ibukota, termasuk Pasar Tanah Abang yang sempat lesu. Hal itu dia sampaikan saat mengumumkan pemenang ‘Lomba Digitalisasi Pasar Tahun 2025′, Kamis (21/8/2025) yang baru lalu di Jakarta.

Era digitalisasi itu jelas tidak bisa dihindarkan. Kalau tidak dilombakan, tidak diadu, pasarnya tidak diamati, ya pasti tidak akan terjadi lompatan,” kata Gubernur Pramono Anung.

Dicontohkan bahwa Pasar Santa yang transaksi digitalnya melonjak hingga 40 persen lebih setelah program digitalisasi. Bahkan, menurutnya, penggunaan QRIS di 20 pasar yang dilibatkan lomba bahkan naik hampir 47 persen dan jumlah pengguna NPWP juga meningkat dari 1.720 menjadi 2.129.

“Terbukti dari hasil penjurian, penggunaan QRIS di 20 pasar tersebut naik hingga 47 persen hanya dalam waktu 20 hari masa perlombaan,” ucapnya, menambahkan.

Gubernur Pramono Anung juga menyebut bahwa manfaat digitalisasi bukan hanya meningkatkan transaksi, tapi juga mengurangi kejahatan di pasar. “Copetnya pasti berkurang. Mau nyopet apa yang dicopet? Premanisme juga pelan-pelan berkurang,” paparnya.

Dalam pidatonya, Gubernur Pramono Anung juga menegaskan bahwa Jakarta tetap menjadi motor ekonomi nasional. Pada triwulan lalu, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,18 persen lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12 persen. “Artinya tumbuh di atas rata-rata nasional,” katanya.

Karena itu pula, Gubernur Pramono Anung juga mengapresiasi kolaborasi Bank Indonesia, OJK dan Perumda Pasar Jaya. Berkat lomba digitalisasi, sejumlah bank besar seperti BRI, Mandiri, BNI, BCA dan Bank Jakarta ikut berlomba menghadirkan layanan transaksi modern bagi pedagang.

“Karena ini sifat manusia, kan tidak mau kalah. Maka, bank-bank itu bersaing. Dan, hasilnya alhamdulillah maksimal,” paparnya, panjang lebar.

Selanjutnya memastikan bahwa ‘Lomba Digitalisasi Pasar’ bakal kembali digelar pada tahun depan dengan juri yang lebih bergengsi. “Malah, saya akan mengajak Ibu Menteri Keuangan sebagai juri nantinya. Dan, pasti ikutlah,” ujarnya.

Melalui kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco menegaskan dukungan penuh terhadap program digitalisasi pasar yang tengah dijalankan Pemprov DKI. Apalagi langkah itu sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai Kota Global.

Untuk kedepannya, lanjut dia, seluruh pasar di Jakarta akan diperbaiki dan direvitalisasi agar lebih layak, bersih serta nyaman. Bukan hanya fisik bangunannya saja. Tetapi, juga akses dan kemudahan transaksi.

“Harapannya adalah baik pengelola, pedagang maupun pengunjung semuanya mendapat manfaat positif. Program ini akan kita lakukan secepat-cepatnya terhadap kurang lebih 144 pasar yang ada di DKI Jakarta. Bahkan harus kita lakukan secepat mungkin dalam rangka mengejar target Jakarta sebagai Kota Global,” tandasnya.

Sebagai tambahan informasi bahwa ‘Lomba Digitalisasi Pasar’ berlangsung 20 hari. Mulai 22 Juli hingga 10 Agustus 2025 dan diikuti oleh 20 pasar binaan Pasar Jaya sebagai proyek percontohan. Proses penilaian lomba dilakukan dalam dua tahap, yakni Periode I pada 22-25 Juli 2025 dan Periode II pada 6-10 Agustus 2025.

Begitu pula untuk penilaian lomba terbagi dalam dua aspek. Masing-masing Aspek Pasar yang dinilai oleh tim juri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta Aspek Digitalisasi Perbankan yang dinilai oleh OJK dan Bank Indonesia berdasarkan laporan dari bank peserta.

Sebanyak 20 pasar yang saat ini dilibatkan akan menjadi percontohan bagi pasar-pasar aktif lain yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya.

RAIH 3 PENGHARGAAN

Bank Jakarta memperoleh 3 kategori penghargaan sekaligus, diantaranya sebagai Mitra Perbankan Terbaik Kategori Pasar B (Pasar Koja) dan Pasar A (Pasar Mayestik) serta sebagai Mitra Bank Literasi Keuangan Terbaik Kedua.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Bank Jakarta. Ia juga menyampaikan bahwa Bank Jakarta menjadikan Lomba Digitalisasi Pasar ini sebagai ajang untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan.

“Kami memandang digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta. Upaya ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi melalui QRIS dan EDC, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku UMKM untuk masuk dalam sistem keuangan formal. Dan, Bank Jakarta berkomitmen menjadikan digitalisasi sebagai fondasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan,” ujar Agus.

Berikut pemenang Lomba Digitalisasi Pasar 2025 :

Aspek Pasar :
– Pasar Digital Terbaik Tipe A: Pasar Mayestik (Mitra Bank Jakarta).
– Pasar Digital Terbaik Tipe B: Pasar Koja Baru (Mitra Bank Jakarta).
– Pasar Digital Terbaik Tipe C: Pasar Lenteng Agung (Mitra Bank BRI).

Aspek Perbankan :
– Kategori Program Literasi Terbaik & Teraktif: Juara 1 Bank Mandiri, Juara 2 Bank Jakarta.
– Kategori Akses Keuangan Termasif: Juara 1 Bank Mandiri, Juara 2 Bank BRI.
– Kategori Digitalisasi Keuangan Terbaik: Juara 1 Bank BNI, Juara 2 Bank BCA. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Jangan Gaduh & Timbul Kecurigaan, SENATOR ACHMAD AZRAN Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Biaya Bongkar Tiang Monorel Rp 100 Miliar

Redaksi Posberitakota

Dari Masjid At-Tien Taman Mini Indonesia Indah, RIBUAN WARGA JAKARTA Ikut Mendoakan Anies Baswedan

Redaksi Posberitakota

Momen HUT ke-78 RI, HERU BUDI Ingatkan Pembangunan Jakarta Perkuat Peran Sebagai Pusat Pertumbuhan Bagi Indonesia

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang