PosBeritaKota.com
Ekonomi

Perbankan Hijau, Kontribusi CIMB Niaga untuk Masa Depan

Krisis iklim semakin nyata. Dari suhu bumi yang terus meningkat hingga bencana alam yang makin sering terjadi, tanda-tandanya tidak bisa diabaikan. Dunia usaha, termasuk sektor perbankan, dituntut ikut mengambil bagian dalam menjaga bumi agar tetap layak huni.

CIMB Niaga, yang tahun ini genap berusia 70 tahun, menjawab tantangan itu dengan menegaskan komitmen pada sustainability. Bagi bank ini, keberlanjutan bukan hanya jargon, melainkan bagian inti dari strategi bisnis.

Kredit untuk Proyek Hijau

Pada 2024, CIMB Niaga menyalurkan lebih dari Rp10 triliun untuk pembiayaan proyek ramah lingkungan. Dana ini mengalir ke berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, transportasi listrik, hingga UMKM yang berorientasi lingkungan.

Salah satu contohnya adalah dukungan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Jawa Tengah. Proyek ini diharapkan mampu menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga. Selain itu, CIMB Niaga juga terlibat dalam pembiayaan proyek bus listrik di Jakarta, yang kini melayani ribuan penumpang setiap hari.

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. Keputusan pembiayaan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap bumi,” ujar Lani Darmawan, Presiden Direktur CIMB Niaga.

Menyaring Kredit, Mengurangi Risiko Lingkungan

Komitmen keberlanjutan tidak hanya berarti mendukung proyek hijau, tetapi juga menolak proyek yang merusak. CIMB Niaga memperketat kebijakan kredit dengan menerapkan daftar negatif (negative list).

Jika sebuah proyek terbukti berpotensi merusak lingkungan atau melanggar prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), bank tidak akan memberikan pembiayaan. Langkah ini sejalan dengan Taksonomi Hijau yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai panduan investasi berkelanjutan di Indonesia.

UMKM Hijau Juga Didukung

Tidak hanya perusahaan besar, UMKM pun mendapat perhatian. Di Bandung, misalnya, sebuah usaha daur ulang plastik menjadi tas dan aksesori berhasil memperluas produksinya berkat kredit dari CIMB Niaga.

“Kalau ke bank lain, sering ditolak karena dianggap usaha kecil. CIMB Niaga melihat nilai sosial dan lingkungannya,” ujar pemilik usaha tersebut.

Dukungan terhadap UMKM hijau ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan monopoli korporasi besar. Usaha kecil pun bisa berkontribusi pada lingkungan, asalkan diberi akses ke pembiayaan.

Edukasi Generasi Muda

CIMB Niaga menyadari bahwa keberlanjutan tidak hanya soal proyek, tetapi juga soal kesadaran. Melalui program Kejar Mimpi, bank ini mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya literasi keuangan sekaligus gaya hidup berkelanjutan.

Workshop di berbagai kampus membahas topik seperti green economy, social entrepreneurship, hingga investasi etis. Ribuan mahasiswa ikut serta setiap tahunnya.

“Saya baru sadar kalau menabung di bank yang mendukung proyek hijau berarti uang saya ikut memberi dampak positif,” kata Ayu, mahasiswi di Yogyakarta.

Angka dan Dampak

Laporan keberlanjutan CIMB Niaga 2024 mencatat beberapa capaian penting:

  • Penggunaan energi terbarukan di gedung utama bank.
  • Penurunan penggunaan kertas di cabang hingga 40% berkat digitalisasi.
  • Penyaluran lebih dari Rp10 triliun untuk pembiayaan hijau.
  • Ribuan UMKM hijau mendapat akses kredit.

Angka-angka ini menjadi bukti bahwa sustainability di CIMB Niaga bukan hanya slogan, melainkan sudah diterjemahkan ke dalam aksi nyata.

Tantangan yang Masih Ada

Meski banyak kemajuan, jalan menuju perbankan hijau tidak selalu mulus. Investasi pada energi terbarukan, misalnya, membutuhkan waktu lebih lama untuk balik modal dibanding energi fosil. Selain itu, literasi masyarakat tentang green banking masih rendah.

“Masih banyak yang belum paham bahwa keputusan finansial mereka bisa berdampak pada lingkungan. Tugas kami adalah mengedukasi,” kata Budi Santosa, Head of Sustainable Finance CIMB Niaga.

Perspektif Global

Komitmen CIMB Niaga juga sejalan dengan tren global. Lembaga keuangan internasional seperti International Finance Corporation (IFC) dan Asian Development Bank (ADB) mendorong bank-bank Asia untuk meningkatkan portofolio hijau.

Menurut BloombergNEF, investasi global pada energi terbarukan mencapai USD 495 miliar pada 2022 dan terus meningkat. Indonesia, dengan potensi besar energi surya dan angin, menjadi salah satu target utama.

Sebagai bagian dari CIMB Group yang beroperasi di Asia Tenggara, CIMB Niaga punya peran penting untuk ikut serta dalam arus global ini.

70 Tahun, Warisan untuk Generasi Mendatang

Sejak berdiri pada 1955, CIMB Niaga dikenal sebagai bank yang inovatif. Dari ATM pertama di Indonesia hingga aplikasi digital OCTO Mobile, inovasi selalu menjadi ciri khasnya. Kini, inovasi itu diwujudkan dalam bentuk keberlanjutan.

“Warisan terbaik yang bisa kami tinggalkan bukan hanya laporan keuangan, tetapi bumi yang lebih layak huni,” ujar Lani.

Penutup: Bank yang Hijau

Di usia 70 tahun, CIMB Niaga menegaskan peran barunya: bukan hanya lembaga finansial, tetapi juga agen perubahan. Dari energi terbarukan hingga edukasi generasi muda, kontribusi bank ini mengalir ke banyak sisi kehidupan.

Pada akhirnya, keberlanjutan adalah tentang warisan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas hidup generasi berikutnya. Dan CIMB Niaga, lewat perbankan hijau, mencoba memastikan warisan itu berwarna hijau—seperti bumi yang ingin kita jaga bersama.

Related posts

Di Aplikasi JakOne Mobile, BANK DKI Luncurkan Fitur JakErte Bisa Mempermudah Kepengurusan RT

Redaksi Posberitakota

Customer Experience sebagai Daya Saing Baru Perbankan Digital

Redaksi Posberitakota

Pengusaha & Pemerhati, MEL SOFYAN : “Dana Rp 200 Triliun Bagi UMKM – Pedagang Kecil Tak Guna karena Anjloknya Daya Beli Masyarakat”

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang