PosBeritaKota.com
Megapolitan

Prihatin karena Makin Meluasnya Aksi Demo, WAKIL KETUA ‘FPK’ DKI BUDI SISWANTO Ingin Ajak Masyarakat Agar Jaga Jakarta Kondusif

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sikap prihatin disampaikan Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) guna mensikapi kondisi Jakarta akibat semakin meluasnya aksi demo. Karena itu, pihaknya ingin mengajak masyarakat agar secara bersama-sama menjaga kota Jakarta tetap kondusif.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Ketua ‘FPK’ DKI Jakarta, Budi Siswanto secara terbuka saat dimintai komentarnya untuk mensikapi situasi yang berkembang beberapa hari terakhir. Sedangkan hal yang paling memprihatinkan, menurutnya, kenapa sampai harus melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum dan juga instansi berwenang?

“Boleh-boleh saja jika warga atau masyarakat Jakarta ingin menyampaikan aspirasinya melalui aksi demo. Apalagi menuntut tuntas penanganan kasus Affan Kurniawan, pengojek online (Ojol) yang tewas oleh aparat dari kesatuan Brimob,” katanya.

Namun, menurut Budi Siswanto lebih lanjut, sikap dari Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto ternyata tidak tinggal diam. Bahkan, meminta agar oknum-oknum aparat dari Brimob yang menyebabkan tewasnya Affan Kurniawan, segera diproses hukum dan diumumkan secara terbuka.

Dari kasus tewasnya Ojol Affan Kurniawan juga telah mendapat simpati sejumlah pihak. Mulai dari Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit sampai Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung – telah memberikan rasa empati terhadap keluarga korban.

Begitu pun terhadap gelombang demo yang makin meluas, seperti mendatangi kediaman para wakil rakyat (anggota DPR RI) Ahmad Saroni, Eko Hendro Purnomo dan Uya Kuya – sebenarnya tak ada masalah. Selama niat mendatangi untuk tujuan memprotes terkait statemen dan tindakan yang dianggap melukai hati masyarakat.

“Tetapi, jika melakukan aksi demo dengan melakukan pengrusakan dan penjarahan, jelas tidak dibenarkan secara hukum. Tolong warga masyarakat bisa menjaga diri dan ketertiban serta mau secara bersama-sama menjaga situasi kondusif di kota Jakarta,”
ungkapnya, menambahkan.

Dengan bisa menjaga situasi kondusif, kata Budi Siswanto, berarti sama halnya bisa melindungi diri serta kota tercinta Jakarta. Sebab, apabila tak disadari nekad melakukan pengrusakan, justru warga masyarakat Jakarta sendiri yang rugi. Apalagi fasilitas umum tersebut juga dibangun dari pajak masyarakat.

FPK tak lupa memberikan apresiasi terhadap Pak Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta. Mau terjun langsung untuk memberikan himbauan, agar warga masyarakat Jakarta jangan lagi melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum yang ada,” pintanya.

Disebutkan Budi Siswanto bahwa
Jakarta merupakan rumah bersama yang perlu dipelihara, bukan malah untuk dirusak. Bahkan untuk penyampaian pendapat yang dijamin oleh Undang Undang, juga harus dilakukan tanpa perlu melakukan tindakan anarkis

“Jaga Jakarta, karena jadi rumah kita bersama. Sarana publik yang dirusak justru akan merugikan kita sebagai warga pengguna. Infrastruktur yang kita bangun dengan uang pajak kita, wajib kita jaga dan bukan dihancurkan,” ungkapnya, lagi.

Selain itu, Budi Siswanto juga mengingatkan agar warga masyarakat tidak mudah terpancing provokasi, terutama oleh informasi liar yang belum jelas kebenarannya serta tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sikap bijak dalam menyaring informasi sangat penting agar tidak timbul gesekan yang merugikan warga Jakarta sendiri.

Pihaknya juga meminta para ketua kesukuan atau paguyuban yang ada di DKI Jakarta untuk turut berperan aktif dalam menjaga suasana tetap kondusif. Sebab, para ketua kesukuan yang ada di DKI Jakarta merupakan tokoh yang memiliki kedekatan dengan komunitas dari daerah masing-masing.

“Dalam hal ini, kami menghimbau semua ketua kesukuan di DKI agar mengajak minimal sesama rekan dari daerah masing-masing untuk ikut menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian di Ibukota Jakarta,” ujar dia.

Menutup komentarnya, Budi Siswanto menambahkan bahwa FPK DKI Jakarta memiliki komitmen untuk terus menjadi wadah persatuan dan kebersamaan lintas etnis, sehingga Jakarta dapat tetap menjadi kota yang aman, nyaman dan harmonis bagi seluruh warganya.

Bahka melalui ajakan tersebut, Budi Siswanto berharap agar seluruh warga masyarakat Jakarta dapat bersatu menjaga ketertiban, menolak provokasi dan bersama-sama merawat fasilitas publik yang ada. Sebab, keamanan dan kenyamanan Jakarta hanya bisa terwujud jika seluruh warganya merasa memiliki tanggungjawab.

“Di sini, FPK bakal terus hadir sebagai mitra pemerintah dan masyarakat. Malah, kami tidak ingin ada lagi perpecahan, apalagi konflik horizontal. Marilah kita rawat kebersamaan ini karena Jakarta adalah milik kita semua,” tegas dia, menutup keterangannya. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Dikurung & Terancam Dipecat, KANIT POLSEK PENJARINGAN Beserta 7 Anggota Terbukti Terima Suap Judi Online

Redaksi Posberitakota

Diduga dengan Pelaku Sempat Cecok Mulut, AKTOR SANDY PERMANA Tewas Ditusuk di Perum TNI/Polri Cibarusah Bekasi

Redaksi Posberitakota

Tak Ada Larangan, WAGUB DKI ARIZA Bilang Boleh Sholat Taraweh Asal Terapkan Protokol Kesehatan

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang