Dapat Beasiswa Sampai Lulus, 64 MUSTAHIK Lolos Seleksi Sekolah Cendekia BAZNAS

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) menerima sebanyak 64 siswa mustahik berprestasi yang berasal dari 18 provinsi di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan Tahun Pelajaran 2019/2020. Acara penyambutan siswa baru diselenggarakan di SCB, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah wali murid, Kepala Desa Cemplang serta pimpinan dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

“SCB merupakan sekolah tingkat menengah tanpa biaya yang dikembangkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mencetak kader bangsa yang siap bersaing, tidak hanya cerdas, tapi juga mandiri dan berakhlak mulia,” ujar Ketua SCB, Eko Wawan di lokasi, Selasa (2/7).

Seluruh siswa mendapatkan fasilitas asrama dan kebutuhan sehari-hari selama tiga tahun menempuh pendidikan alias sampai lulus.

Menurutnya, pendidikan di SCB meliputi 4 dimensi yakni olah hati, olah pikir, olah rasa dan olahraga. Nilai-nilai ini disajikan dalam program kegiatan belajar mengajar, ekstrakulikuler, keasramaan, kepemimpinan, kewirausahaan dan school social responsibility.

“Selain itu, banyak ekstrakulikuler yang dapat diikuti siswa, mulai dari bela diri, seni tari, hingga kewirausahaan yang dapat melatih kemandirian mereka di masa depan,” tandas Eko.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Asrama, Helmi Nursirwan, mengatakan bahwa di tahun ajaran ini SCB menyediakan 64 kursi. Sedangkan pendaftarnya sekitar 300 orang dari 18 provinsi. Poses seleksi telah dilakukan pada November 2018 hingga April 2019 lalu dan terpilih 64 orang.

“Proses seleksi berupa tes administratif, akademik, survei faktual, dan psikotes serta baca tulis Al-Quran. Tes ini dilakukan antara lain untuk memastikan bahwa calon siswa benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu dan berprestasi,” katanya.

Sementara itu perwakilan BAZNAS Provinsi Papua, Merza Edy Nadzari, menegaskan untuk tahun ini terdapat 2 siswa perwakilan dari Papua yang merupakan asli anak daerah. Ia bersyukur BAZNAS memberikan perhatian kepada siswa-siswi berbakat dari daerahnya.

“Alhamdulillah tahun ini dua siswa dari Papua berhasil menembus seleksi SCB. Anak-anak muslim di daerah perlu mendapat perhatian lebih untuk dapat menjadi kader-kader penggerak kemajuan daerahnya,” katanya. ■ RED/JOKO/G

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here