JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sebagai Kampus Digital Bisnis, keberadaan Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi era digital. Hal tersebut tak bisa dipungkiri lagi.
Bahkan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNM meluncurkan program unggulan IEP (Internship Experience Program) 3+1, sebuah program magang satu tahun setelah tiga tahun perkuliahan yang dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa.
Sedangkan program itu sendiri merupakan strategi kunci FEB UNM dalam mencetak lulusan unggul dan kompetitif di pasar kerja nasional maupun internasional. Kurikulum FEB UNM yang adaptif terhadap perkembangan industri digital menjadi kunci kesuksesan program ini.
Apalagi mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teori di kelas, tetapi juga langsung terjun ke dunia kerja, memahami dinamika industri terkini, mengasah keterampilan profesional dan membangun jaringan industri yang kuat. Pengalaman ini diharapkan akan menjadikan lulusan FEB UNM lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis.
Seperti yang dikatakan Ida Zuniarti selaku Dekan FEB UNM, pihaknya menekankan pentingnya program 3+1 sebagai solusi nyata dalam menghadapi transformasi bisnis digital.
“Jadi, kami tidak hanya memberikan teori di kelas, tetapi juga pengalaman kerja nyata. Mahasiswa kami diharapkan mampu menjadi lulusan yang siap kerja, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di era digital,” jelasnya melalui rilis elektronik yang diterima POSBERITAKOTA, Kamis (18/9/2025) pagi.
Patut diketahui bahwa selain program 3+1, FEB UNM juga mengedepankan suasana akademik inovatif, memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran, dan menjalin kolaborasi erat dengan berbagai mitra industri.
Semua upaya ini bermuara pada visi FEB UNM untuk menjadi fakultas ekonomi dan bisnis yang unggul, mandiri, dan inovatif berbasis digital, serta berkontribusi dalam menciptakan ekosistem bisnis digital yang berdaya saing tinggi di Indonesia.
“Yang jelas, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis berkomitmen untuk terus mengembangkan program – program inovatif lainnya guna mendukung visi tersebut,” pungkas Ida Zuniarti. © REL/AGUS SANTOSA

