JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pada Saat hadir untuk membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Wagub Rano Karno bicara pentingnya menjalani pola hidup sehat dan deteksi dini.
Sedangkan kegiatan Rakornas YKI itu sendiri, digelar di Keraton Majapahit, Jalan Raya Mabes Hankam No. 45, Jakarta Timur, Jumat (26/9). Dimana acaranya menjadi momentum penting bagi YKI dalam menyatukan visi dan misi melalui reorganisasi struktural dan fungsional demi memperkuat peran masyarakat dalam memerangi kanker di Indonesia.
Melalui sambutannya, Wagub Rano Karno mengungkapkan sebagai bagian dari program pembangunan kesehatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memberikan dukungan terhadap YKI cabang Jakarta sehingga dapat memperkuat perannya sebagai organisasi sosial yang strategis di Ibukota Jakarta.
“Dalam hal ini, Pemprov DKI bersama YKI berkomitmen untuk memperkuat edukasi, komunikasi, dan layanan kesehatan. Pencegahan kanker adalah tanggungjawab kita semua. Bahkan dengan kerjasama dan kepedulian bersama, saya yakin kita bisa menekan angka kasus kanker di Indonesia,” ungkapnya.
Pada bagian lain, Wagub Rano Karno juga menekankan pentingnya deteksi dini pada kanker. Jika ditemukan sejak awal dan ditangani dengan tepat, peluang kesembuhan sangat besar.
“Sebab, penyakit kanker itu tidak bisa kita pandang sebelah mata. Karena itulah, edukasi dan pencegahan harus menjadi garda terdepan dalam melawan kanker,” katanya, menambahkan.
Wagub Rano Karno selanjutnya menjelaskan bahwa pencegahan kanker dapat dilakukan melalui pola hidup sehat. Antara lain dengan menjaga nutrisi yang baik, rutin beraktivitas fisik, mengelola stres, menghindari faktor risiko, membangun kehidupan sosial yang sehat serta cukup dalam beristirahat. Selain itu, vaksinasi seperti HPV untuk mencegah kanker serviks juga menjadi langkah penting.
“Pemeriksaan pap smear dan HPV DNA untuk kanker serviks, SADARI dan mamografi untuk kanker payudara, hingga kolonoskopi untuk kanker usus besar harus terus digaungkan sebagai program kesehatan masyarakat,” urainya, lagi.
Tak lupa Wagub Rano pun menyoroti pentingnya pengadaan obat-obatan kanker dan alat kesehatan pendukung dengan harga terjangkau. “Apalagi, Pemerintah harus memastikan ketersediaan obat dan perlengkapan medis seperti kantong stoma dengan harga yang tidak membebani masyarakat. Jangan sampai pasien terhambat karena bea cukai yang tinggi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Bidang Organisasi YKI Pusat, Hetty Andika Perkasa, ikylut menambahkan bahwa Rakornas ini diikuti oleh 165 peserta, dengan 120 peserta berasal dari luar Jakarta. Mereka mewakili 47 cabang yang tersebar di 18 provinsi, 12 kabupaten, dan 17 kota.
“Maka itu, saya berharap Rakornas ini menjadi langkah nyata untuk menyatukan tekad kita dalam melawan kanker di seluruh penjuru negeri,” pungkas Hetty. © RED/AGUS SANTOSA

