JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Selain ikut dihadiri sejumlah artis yang dua di antaranya Narji dan Bedu, tampak ribuan umat Islam dari berbagai daerah hadir melakukan akai demo damai Bela Palestina di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta Pusat, Minggu (12/10/2025).
Dalam aksi demo damai yang mengusung tajuk ‘Indonesia Lawan Genosida‘ tersebut, massa pun meluber hingga ke sekitar Tugu Monas. Sedangkan aksi itu sendiri sekaligus menandai 2 tahun tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza, Palestina, akibat agresi dan blokade brutal oleh rezim zionis Israel.
Dari pantauan POSBERITAKOTA sejak pukul 05.30 WIB, tampal massa sudah memenuhi area sekitar Monas sambil membawa bendera Indonesia dan Palestina. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk sekitar 230 peserta dari Surabaya yang menempuh perjalanan darat untuk bergabung dalam solidaritas kemanusiaan tersebut.
Jalannya aksi berlangsung damai dan penuh semangat. Beragam penampilan dan atraksi budaya turut memeriahkan acara. Mulai dari senam bersama hingga aksi teatrikal bertema Palestina.
Melalui sesi orasi dan deklarasi, sejumlah tokoh lintas profesi hadir untuk memberikan dukungan. Siapa saja mereka? Ada dari perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), duta besar negara sahabat, akademisi, politikus serta influencer.
AKTIFIS & ARTIS
Tak ketinggalan ikut serta paa aktivis sosial seperti Aresdi Mahdi (gerakan Boycott Movement). Belum lagi dengan kehadiran sejumlah artis ternama. Antara lain ada Bedu, Narji, Cholidi, Arie Untung, Anneke Putri hingga Hendro Subroto (Presiden Bike to Work).
Narji yang dikenal sebagai komedian, menyerukan agar rakyat atau bangsa Indonesia tidak boleh tinggal diam terhadap penderitaan rakyat Palestina.
“Kendati kita tidak sekaya Qatar, tapi kita bisa bantu dengan terus memboikot produk-produk yang berafiliasi dengan Israel. Mari kita dukung produk lokal,” teriak Narji disambut sorakan massa.
Hal serupa juga disampaikan Bedu. Ia bilang bahwa aksi damai ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata kepedulian bangsa Indonesia terhadap keadilan global. Pada puncak acara berlangsung khidmat ketika Aliansi Pemuda Indonesia untuk Palestina (API-Palestina) bersama ratusan tokoh muda dan influencer membacakan ‘Sumpah Pemuda untuk Palestina’.
Mereka bersumpah dengan menyerukan tekad generasi muda Indonesia untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Selain itu menolak segala bentuk normalisasi dengan penjajahan Israel.
PERMINTAAN BOIKOT
Seperti disampaikan para pendemo, aksi yang dilakukan menjadi momentum penguatan gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) di Indonesia.
Para orator mengingatkan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak hanya berupa doa dan aksi jalanan.
Tetapi, juga melalui langkah ekonomi nyata yakni berhenti membeli produk dan merek yang terafiliasi dengan Israel.Turut beberapa perwakilan lembaga kemanusiaan seperti MER-C, KNRP dan Aqsa Working Group (AWG).
Mereka memberikan laporan terkini tentang kondisi Gaza, dimana ribuan warga sipil masih menjadi korban blokade dan serangan udara.
Terkait aksi ‘Indonesia Lawan Genosida‘ itu sendiri menjadi kelanjutan dari berbagai aksi solidaritas serupa yang sebelumnya digelar di sejumlah kota besar seperti Surabaya, Bandung dan Makassar.Kendati sudah 2 tahun genosida di Gaza berlangsung, gelombang dukungan dari rakyat Indonesia tak pernah surut.
“Jadi, selama keadilan belum ditegakkan, selama anak-anak Palestina masih menjadi korban, suara kita tidak boleh diam,” kata salah satu orator muda dari Surabaya dengan suara lantang.
Setidaknya dari aksi demo damai di Patung Kuda dan Tugu Monas ini, justru menjadi salah satu peringatan solidaritas terbesar di Asia Tenggara untuk Palestina sepanjang 2025.
Pada akhirnya, massa membubarkan diri dengan tertib. Tentu saja setelah melakukan doa bersama serta diakhiri dengan nyanyi bersama lagu berjudul ‘Bela Palestina‘. © RED/FATHONIE AG/RIO APRILIO / EDITOR : GOES