Di Kabupaten Badung Bali, BBTF 2026 Rampung dan Transaksi Pariwisata Capai Rp 6,9 Triliun

BALI (POSBERITAKOTA) – Pameran perjalanan wisata BBTF 2026 di Kabupaten Badung, Bali, mencatat total transaksi Rp6,9 triliun. Acara ini berlangsung dari 28 hingga 30 Mei 2026. Penutupan resmi dilaksanakan pada Minggu, 31 Mei 2026.

Ketua Panitia BBTF 2026, I Putu Winastra, menyatakan nilai transaksi ini menggembirakan. Ia juga menjabat sebagai Ketua Asita Bali. Winastra menekankan dampak jangka panjang melalui perjanjian bisnis.

“Dampaknya terus berlanjut melalui perjanjian bisnis,” kata Winastra di Kabupaten Badung, Sabtu. Ia menambahkan, ini termasuk ekspansi pasar dan kemitraan strategis. Pengembangan produk dan peningkatan pengunjung juga menjadi tujuan.

Total transaksi Rp6,9 triliun ini turun dari BBTF 2025. Tahun sebelumnya, tercatat Rp7,84 triliun. Namun, nilai tersebut sesuai ekspektasi penyelenggara tahun ini. Strategi pasar telah mengalami perubahan signifikan.

Target pasar kini lebih fokus ke Asia-Pasifik dan Afrika Selatan. Perubahan ini merespons dinamika geopolitik global. Sebelumnya, operator tur menargetkan negara Eropa dan Amerika. Kini, fokus beralih ke pasar terdekat.

“Pembelian paket perjalanan banyak terjalin dengan pasar Asia dan Australia,” jelas Winastra. Ia menambahkan, pasar baru terbuka di Afrika Selatan. Beberapa negara dari Afrika Selatan datang ke acara ini.

Mereka sangat kagum dengan situasi yang ada. Winastra menyebut Bali tetap menjadi destinasi aman. Pulau Dewata juga dinilai menarik untuk dikunjungi. Ini menunjukkan kepercayaan terhadap Bali masih kuat.

BBTF 2026 berhasil mempromosikan banyak destinasi di luar Bali. Hal ini memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Pameran ini juga menunjukkan profesionalisme operator tur internasional. Kesiapan menjadi kunci daya saing masa depan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi peran pelaku perjalanan wisata. Ia menyoroti promosi destinasi di luar Bali. “BBTF ini luar biasa,” ujar Ni Luh Puspa.

Ia melihat destinasi seperti NTB dan Belitung ikut dipromosikan. Desa-desa wisata dari berbagai daerah juga hadir. Provinsi lain seperti Jakarta dan Manado turut terlibat. Ini memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan.

Ni Luh Puspa tertarik dengan paket wisata yang ditawarkan. Sellers dari Indonesia menyajikan penawaran menarik. Ini berkontribusi pada total transaksi Rp6,9 triliun.

Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan pameran ini efektif. Ini adalah cara promosi pariwisata Bali yang baik. Ia memastikan dukungan lebih besar pada BBTF ke-13. Acara tersebut akan digelar pada tahun 2027.

Pemerintah Provinsi Bali akan mengajak 12 kabupaten/kota bergabung. Tujuannya adalah mempromosikan destinasi mereka. BBTF 2026 telah menjalin kerja sama bisnis. Acara ini mempertemukan sellers dan buyers dari 44 negara.

Tujuan utama adalah mempromosikan pariwisata Indonesia. Khususnya Bali dan destinasi lain di seluruh nusantara. Gelaran BBTF 2026 ini berhasil menjalin kerja sama bisnis yang berkelanjutan. ® RED/BALI 01

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Merupakan Fenomena, Pesisir Bali Berpotensi Banjir Rob Akibat Bulan Purnama

Diprediksi hingga 5 Juni, BMKG Himbau Warga Pesisir Bali Siaga Banjir Rob Akibat Purnama