JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Ada kisah menarik dan bahkan mampu mengundang jokes (lelucon-red) serta bikin ketawa kalangan wartawan. Hal itu terkait rencana Pemprov DKI Jakarta yang memastikan untuk membongkar habis tiang monorel di kawasan Jalan HR Said, Jakarta Selatan.
Rano Karno yang kini menjabat Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, malah mengaku pernah disurati oleh Komunitas Madura di Jakarta. Mereka bilang sangat berminat mengambil alih tiang monorel tersebut, sebelum akhirnya dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Sebenarnya sih, saya sudah berbisik ke Gubernur. Mas, kalau mau, kita kasih saja sama Madura. Kita sudah pasti dapat duit,” tutur Wagub Rano Karno yang blak-blakan menyarankan ke Gubernur Pramono Anung.
Tak berhenti sampai di situ. Menurut cerita Wagub Rano Karno itu lebih lanjut, Gubernur Pramono Anung menanggapi, “Wah…Bang, tiang monorel itu kan bukan punya kita.”
Dialog pun berlanjut. “Bukan…daripada kita keluar duit, sudahlah kita borongin saja sama Madura. Kita pasti bakalan dapat duit,” celetuk Wagub Rano Karno yang ternyata disambut tawa para wartawan yang setia mengikuti agenda kegiatannya beberapa hari lalu di kawasan Jakarta Timur.
Sedangkan yang lebih bikin ketawa lagi, ketika Wagub Rano Karno bilang, ternyata sebelum surat tersebut sempat ditindaklanjuti, sebagian besi di tiang monorel justru sudah lebih dulu hilang.
Seperti diketahui bahwa ada puluhan tiang monorel yang faktanya selama lebih dari 21 tahun tanpa kejelasan. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Hal ini kan, sudah lebih 21 tahun lamanya dibiarkan. Malah sudah ada beberapa korban meninggal dunia, karena akibat dari kecelakaan di sekitar tiang monorel yang ada dan mangkrak di kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan tersebut,” ucap Wagub Rano Karno. © RED/AGUS SANTOSA

