JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Dengan menjanjikan formula khusus, musisi dan seniman Betawi Ora yang sekaligus pengusaha herbal Hizrah Bacan, siap mengedarkan produk ‘Madu Hijau’ jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H di tahun 2026 ini.
Menurut Hizrah Bacan untuk produk ‘Madu Hjau’ spesial edisi Ramadhan, hadir dengan tampilan kemasan baru serta formula khusus, dimana ditujukan untuk mendukung kesehatan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.
Disebutkan pula bahwa ‘Madu Hijau’ edisi Ramadhan 1447 H, juga memiliki perbedaan mendasar dibandingkan produk reguler sebelumnya. Baik itu dari sisi kemasan maupun kandungan.
Namun pada edisi kali ini, khusus logo kemasannya menggunakan warna emas (gold) dan disertai keterangan Edisi Ramadhan. Berbeda dengan versi reguler yang tetap menggunakan logo hijau tanpa penanda khusus.
“Jadi untuk warna gold di sini, yakni melambangkan persembahan terbaik saya untuk umat Muslim. Terlebih khususnya bagibmereka yang memiliki keluhan kesehatan, namun ingin tetap menjalankan puasa dengan nyaman,” terang Hizrah Bacan, juragan ‘Madu Hijau’ melalui keterangan tertulisnya yang diterima POSBERITAKOTA di Jakarta, Minggu (1/2/2026).
FORMULA KHUSUS TAMBAHAN HABBATUSSAUDA
Ditambahkan Hizrah Bacan bahwa selain perubahan tampilan, ‘Madu Hijau’ edisi Ramadhan 2026, juga diperkaya dengan formula tambahan habbatussauda. Sangat berbeda dengan sebelumnya, yakni ‘Madu Hijau’ dikenal mengandung berbagai daun herbal hijau seperti daun sirih, daun saga, daun mangkukan serta akar pakis naga yang memberikan warna hijau alami dan berkhasiat untuk mengobati berbagai keluhan lambung yang diantaranya meliputi gerd, tukak lambung, maagh, perih mual kembung dan juga masuk angin.
“Untuk formula dasarnya sudah sangat kuat. Sedangkan pada edisi Ramadhan ini, saya tambahkan habbatussauda agar manfaatnya semakin maksimal, terutama untuk penderita penyakit lambung dan komplikasinya,” ungkapnya, panjang lebar.
SOLUSI PUASA BAGI PENDERITA PENYAKIT LAMBUNG
Sementara itu terkat peluncuran ‘Madu Hijau’ edisi Ramadhan 1447 H ini, justru berangkat dari banyaknya kekhawatiran masyarakat. Khususnya adalah bagi penderita maagh dan gangguan lambung yang ragu-ragu di dalam menjalankan ibadah puasa.
Sebab, menurut pencipta dan pelantun tembang ‘Gila Batu’ dan ‘Gila Ahok’ satu ini, puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung, karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
“Apalagi selama puasa, asam lambung tidak bekerja seperti biasa. Makanya, jika dibarengi dengan konsumsi Madu Hijau, proses perbaikan dinding lambung bisa berjalan optimal,” jelasnya.
Selanjutnya, Hizrah Bacan, tak lupa menyarankan agar konsumsi ‘Madu Hijau’ sebanyak 2 sendok makan sebelum sahur dan juga 2 sendok makan setelah berbuka puasa. Sebaiknta diminum langsung maupun dicampur dengan air hangat.
MANFAAT KESEHATAN MENYELURUH
Ternyata bukan hanya bagus untuk kesehatan lambung. Hizrah Bacan mengklaim bahwa khasiat ‘Madu Hijau’ Edisi Ramadhan juga membantu menjaga kesehatan secara menyeluruh. Termasuk untuk gangguan pernapasan, kolesterol, asam urat, tekanan darah, jantung hingga menjaga daya tahan tubuh selama puasa.
“Seperti kita tahu bahwa Ramadhan adalah momentum detoksifikasi alami tubuh. Dengan pola makan terbatas dan nutrisi dari Madu Hijau, maka banyak yang merasakan kondisi tubuhnya jauh lebih sehat,” ujar dia.
PROMO SPESIAL RAMADHAN 2026
Untuk menyambut bulan suci di tahun 2026 ini, ‘Madu Hijau’ edisi Ramadhan juga ditawarkan dengan promo khusus. Mulai dari harga normal Rp 250 ribu menjadi Rp170 ribu untuk per botolnya. Selain itu, konsumen juga berkesempatan mendapatkan hadiah spesial yang akan diumumkan secara resmi oleh pihak Juragan Madu Hijau melalui akun resmi PT Madu Hijau Indonesia dan juga akun resmi juragan ‘Madu Hijau’.
HIMBAUAN KEASLIAN PRODUK
Tak lupa pula, Hizrah Bacan turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap produk ‘Madu Hijau’ palsu. Saat ini, ‘Madu Hijau’ yang resmi hanya diproduksi dan diedarkan oleh PT Madu Hijau Indonesia dengan logonya yang tercantum di kemasan produk. Jika ada produk ‘Madu Hijau’ yang masih menggunakan logo PT Herbal Putih Indonesia dari perusahaan lama, maka produk ‘Madu Hijau’ tersebut bisa dipastikan palsu.
“Apabila terdapat produk lain yang mengatasnamakan nama Madu Hijau dengan kemasan yang berbeda, hal itu juga palsu. Karena, nama Madu Hijau dan formulanya, telah didaftarkan dan terdaftar di kantor Dirjen HAKI atas nama saya sebagai pencipta dan pemilik hak paten formula Madu Hijau. Jadi, kakau ada produk lain yang memakai nama Madu Hijau dan juga meniru formulanya, saya tidak segan-segan untuk mempidanakannya,” tegasnya.
Untuk itu dengan peluncuran ‘Madu Hijau’ edisi Ramadhan 1447 H di tahun 2026 ini , Hizrah Bacan berharap produknya dapat menjadi solusi kesehatan dan sekaligus pendamping ibadah bagi masyarakat selama menjalani bulan suci Ramadhan. © REL/AGUS SANTOSA

