Seperti pada Minggu, 1 Pebruari 2026 kemarin, telah dilaksanakan empat sorti penerbangan OMC menggunakan pesawat Casa 212-200 A-2105 milik TNI Angkatan Udara. Pelaksanaan operasi difokuskan pada wilayah yang berpotensi menjadi daerah pertumbuhan awan hujan, baik di wilayah perairan maupun daratan.
Untuk sorti pertama dilaksanakan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 10.000–11.000 kaki. Sorti kedua dilaksanakan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 8.000–10.000 kaki.
Begitu pun sorti ketiga dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor dengan penyemaian CaO sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 7.000–8.000 kaki. Sorti keempat kembali dilaksanakan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram.
Tentunya dengan tambahan empat sorti tersebut, total pelaksanaan penerbangan OMC sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2026 telah mencapai sembilan sorti. Sementara itu, total bahan semai yang telah digunakan hingga hari ini tercatat NaCl sebanyak 4.000 kilogram dan CaO sebanyak 3.200 kilogram, dengan total jam terbang mencapai 13 jam 10 menit.
Namun berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga pukul 17.00 WIB, curah hujan tertinggi yang terukur di wilayah Jakarta sebesar 13,2 milimeter atau masuk dalam kategori hujan ringan, yang terjadi di Jakarta Barat.
Seperti dijelaskan Kepala Pelaksana BPBD DKI, Isnawa Adji, hasil evaluasi sementara menunjukkan pelaksanaan modifikasi cuaca memberikan dampak positif terhadap pengendalian curah hujan di Jakarta.
Ditegaskan Isnawa bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan BMKG, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya, guna memastikan pelaksanaan OMC berjalan optimal dan sesuai dengan analisis dinamika atmosfer terkini.
BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

