Pembelajaran Berbasis OBE, ITPLN Optimalisasi Copilot Jadi Arah Baru Pendidikan di Era AI

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Saat ini dunia pendidikan tengah berada di persimpangan besar, seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Bahkan, Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof Syamsir Abduh, menegaskan bahwa teknologi AI seperti Copilot hadir bukan untuk menggantikan peran pendidik, melainkan memperkuat praktik pembelajaran.

Pandangan tersebut di atas disampaikan Prof Syamsir dalam kegiatan ITPLN AI Bootcamp: Transform Teaching and Learning with Copilot yang digagas oleh Fakultas Telematika Energi (FTEN) yang digelar di Kampus ITPLN, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026 yang barulalu.

Dalam kesempatan itu, ITPLN AI Bootcampini juga dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr Susy Fatena Rostiyanti serta Luciana Maxfari dari Microsoft Education.

“Jadi, Copilot bukan pengganti pendidik (Dosen/Guru). Ia adalah mitra strategis yang dapat mendampingi pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif, personal, dan kontekstual,” tegas Prof Syamsir melalui keterangannya kepada POSBERITAKOTA di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Ditambahkannya bahwa transformasi pendidikan saat ini bergerak sangat cepat dan menuntut pendidik untuk beradaptasi secara cerdas. Microsoft Copilot bisa jadi asisten percakapan digital berbasis AI (kecerdasan buatan) generatif dari Microsoft yang terintegrasi di seluruh ekosistem Windows, Microsoft 365, dan browser Edge, dan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mempermudah alur kerja dengan menawarkan bantuan kontekstual, mengotomatiskan tugas rutin, dan menganalisis data.

Di sisi lain, teknologi ini juga mendorong peserta didik untuk belajar lebih mandiri, kritis, dan kreatif dengan dukungan teknologi yang digunakan secara bertanggung jawab. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

Kendati begitu, Prof Syamsir menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak semata-mata soal teknologi. Perubahan pola pikir pendidik tetap menjadi kunci utama.

“Pendidik merupakan atau tetap menjadi aktor sentral dalam membangun karakter, nilai dan kompetensi peserta didik di Abad ke-21. Kenapa? Karena, sentuhan humanis tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun,” ujarnya.

Oleh karenanya, melalui kegiatan tersebut, Prof Syamsir berharap para pendidik ataupun peserta didik yang mengikuti kegiatan. Juga sekaligus dapat memahami secara menyeluruh fungsi Copilot, menggunakan AI tersebut dengan etis dan aman serta menjadikannya sebagai alat bantu dalam praktik pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) di ITPLN.

Lebih lanjut Prof Syamsir menegaskan rasa optimistisnya, terkait pemanfaatan AI yang tepat dapat menjadi langkah awal menuju sistem pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif dan berkelanjutan.

“Dari kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi transformasi pendidikan yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga bermakna bagi manusia,” tutup Prof Syamsir. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Di Kabupaten Badung Bali, BBTF 2026 Rampung dan Transaksi Pariwisata Capai Rp 6,9 Triliun

Hindari Perilaku Seks Menyimpang, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Nikahkan Pasangan Pemulung di Kota Bekasi