KOTA BEKASI (POSBERITAKOTA) – Pendidikan budi pekerti di sekolah sangat penting sebagai fondasi moral dan benteng etika peserta didik ditengah arus globalisasi, kemajuan teknologi dan krisis karakter.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, seusai memberikan pembelajaran berbasis minat dan bakat yang berfokus pada materi esensial pengembangan karakter, dan kompetensi siswa.
“Soal pendidikan budi pekerti yang kuat memastikan generasi muda tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga berintegritas dan memiliki kepribadian yang baik,” tegas Eddie Karsito.
Pembelajaran tersebut berlangsung di SMP Global Chandra Baga, Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (04/02/2026).
SASTRA MENANAMKAN NILAI MORAL, KEJUJURAN, EMPATI & BUDI PEKERTI
Dikatakan Eddie Karsito, karya sastra dapat menjadi media pendidikan karakter di sekolah. Menjadi instrumen untuk menanamkan nilai moral, kejujuran, empati, dan budi pekerti luhur melalui cerita yang menarik.

“Lewat pendekatan reseptif dan ekspresif, karya sastra dapat menjadi cermin kehidupan yang mengajarkan nilai sosial, religius, dan etika secara konkret tanpa terkesan menggurui,” ungkap seniman, yang juga penggiat budaya dan aktivis sosial ini.
MENGASAH KEPEKAAN SOSIAL
Ditegaskan Eddie Karsito lebih lanjut bahwa pendidikan sastra di sekolah bukan sekedar memenuhi nilai akademik mata pelajaran bahasa, namun juga menanamkan nilai moral, karakter, serta mengasah kepekaan sosial-budaya siswa.
“Justru melalui apresiasi dan ekspresi karya sastra, seperti melalui karya puisi, novel, prosa, dan drama, siswa belajar berpikir kritis, kreatif, dan berempati,” kata wartawan senior yang juga penulis cerita film ini.
Selama hampir dua jam para pelajar Sekolah Menengah Pertama Global Chandra Baga sangat antuias mengikuti uraian materi tentang sastra dalam perspektif Ilmu Budaya Dasar (IBD).
Lebih jauh Eddie Karsito menguaraikan bagaimana karya sastra dapat menjadi cerminan kehidupan, pikiran, perasaan, dan pengalaman manusia, serta berfungsi sebagai sarana untuk memahami nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan.

BAGIKAN BUKU KUMPULAN PUISI & NOVEL
Dalam kesempatan tersebut Eddie Karsito membagikan dua buku karya sastra, Kumpulan Puisi Intuisi Tasbih Semesta Kata karya Lilik Muflihun, dan Novel Ku Kejar Cintaku Sampai Ke Holland karya Selly Keizer Effendy, untuk para siswa sebagai bahan kajian.
Selain itu Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan juga menyumbangkan 40 buku dari dua karya sastra tersebut untuk melengkapi perpustakaan SMP Global Chandra Baga.
Sumbangan buku sastra tersebut diterima langsung Kartini, S.Pd selaku Kepala Sekolah Menengah Pertama Global Chandra Baga Jatisampurna Kota Bekasi.
“Dari cerita atau konflik tokoh dalam buku karya sastra ini, siswa bisa belajar merefleksikan tindakan, dan membedakan kebaikan serta keburukan. Mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis,” jelas Kartini.
KELAS JADI LINGKUNGAN INTERAKTIF & DINAMIS
Tentu dengan adanya pembelajaran berbasis minat dan bakat, lanjut Kartini, porses kajian karya sastra dapat mengubah kelas menjadi lingkungan interaktif, dinamis, tidak monoton, dan menyenangkan.
“Syukur alhamdulillah, terima kasih banyak atas waktu yang sudah bapak Eddie Karsito berikan kepada siswa-siswi SMP Global Chandra Baga. Dengan kehadiran bapak, siswa-siswi tidak merasa bosan belajar, ada variasi dan tidak monoton. Mendapat wawasan lebih luas, lebih semangat, antusias dan sangat termotivasi. Semoga jalinan silaturahmi ini tetap terjaga,” ujar Kartini, penuh harap. © RED/RAMADHAN ALDIANSYAH / EDITOR : GOES

