TANGSEL (POSBERITAKOTA) – Dengan menyasar siswa SMKN 6 Tangerang Selatan (Tangsel), Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN) memberikan pelatihan sistem pendeteksi dini bahaya kebakaran berbasis Arduino.
Sedangkan kegiatan itu sendiri menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan (FKET) ITPLN.
Pelatihan yang mengusung tajuk “Sistem Pendeteksi Dini Bahaya Kebakaran Berbasis Arduino” tersebut, dirancang untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya yang menekuni bidang Ilmu Komputer dan Rekayasa Perangkat Lunak.
Dijelaskan Ketua Tim Pengabdian, Hendrianto Husada, terhadap pelatihan kali ini menekankan penguasaan mikroprosesor dan mikrokontroler yang dikaitkan langsung dengan aspek keamanan penggunaan listrik.
“Seperti diketahui bahwa teknologi Arduino saat ini berkembang pesat dan sangat diminati masyarakat. Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar secara formal. Tetapi, juga mendapatkan pengalaman praktik yang bisa langsung diterapkan,” jelasnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima POSBERITAKOTA di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Lebih lanjut Hendrianto Husada menjelaskan bahwa sistem pendeteksi dini kebakaran berbasis Arduino dinilai efektif dan efisien karena dapat dibangun dengan biaya relatif terjangkau. Sistem tersebut memanfaatkan berbagai sensor, seperti sensor panas dan sensor cahaya, untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Ditambahkan terkait pemahaman tentang mikroprosesor dan mikrokontroler penting diberikan sejak dini kepada siswa SMK agar mereka lebih siap menghadapi dunia kerja, terutama di sektor teknologi dan kelistrikan.
“Jadi, ilmu ini sangat relevan untuk mencegah kebakaran akibat kelalaian penggunaan listrik. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu diperbanyak di sekolah – sekolah yang memiliki mata pelajaran terkait perangkat lunak,” ungkapnya.
Apapun pelatihan ini disambut antusias oleh para siswa. Selama ini, pengetahuan siswa SMKN 6 Tangerang Selatan mengenai Arduino masih terbatas. Melalui kegiatan ini, mereka mendapatkan wawasan baru tentang cara merancang alat pendeteksi kebakaran yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Tak lupa Hendrianto Husada juga mencontohkan, sistem pendeteksi kebakaran berbasis Arduino dapat diterapkan di rumah tinggal dengan memanfaatkan sejumlah sensor. Dengan demikian, siswa diharapkan terinspirasi untuk mengembangkan teknologi serupa secara mandiri.
Namun tujuannya selain untuk meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga mendorong siswa agar lebih bijak dalam menggunakan peralatan listrik serta memahami risiko kebakaran di lingkungan sekitar. Setiap program PkM ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.
Pada kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh Tim Dosen ITPLN yang terdiri dari Hendrianto Husada, Sigit Sukmajati, Denny Setiawan dan Novi Gusti Pahiyanti. Melalui program tersebut, ITPLN menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi pendidikan yang tidak hanya dirasakan mahasiswa. Tetapi, juga oleh siswa SMK, khususnya di SMKN 6 Tangerang Selatan. © RED/AGUS SANTOSA