JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum Mohammad Hoesni (MH) Thamrin, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026) sore kemarin.
Melalui sambutannya, Gubernur Pramono Anung kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Betawi di tengah perjalanan Jakarta menuju kota global yang berdaya saing.
“Dalam hal ini saya beruntung dan bersyukur bisa bersama Majelis Kaum Betawi menyelenggarakan Silaturahmi Akbar Kaum Betawi ini. Saya sampaikan, Pemerintah DKI Jakarta terus berkomitmen menjaga dan mengembangkan budaya Betawi melalui berbagai langkah konkret yang kita lakukan,” ungkapnya.
Selain iru, Gubernur Pramono Anung juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat cagar budaya Betawi. Baik itu yang berskala besar maupun kecil. Sebab, katanya, pelestarian tidak boleh berhenti pada simbol-simbol besar semata.
“Cagar-cagar budaya Betawi mari kita cari kembali. Yang kecil-kecil juga tidak apa-apa, kita rawat bersama. Jangan hanya yang besar seperti museum ini saja. Dengan nama besar M.H. Thamrin, seharusnya pengelolaannya bisa lebih baik lagi, termasuk akses masuknya,” tambahnya.
Juga ditegaskan Gubernur Pramono Anung bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memastikan sanggar-sanggar seni budaya Betawi yang tersebar di berbagai wilayah tetap mendapat dukungan agar aktif berkegiatan. Ia menilai, keberadaan sanggar menjadi ruang penting bagi regenerasi dan penguatan identitas budaya.
Di sisi lain, Gubernur Pramono Anung juga mendorong penguatan pendidikan muatan lokal kebetawian di sekolah-sekolah dasar. Menurutnya, kekayaan budaya Betawi perlu diperkenalkan sejak dini kepada generasi muda.
“Yang saya inginkan adalah pendidikan muatan lokal. Ini yang belum pernah dilakukan secara optimal. Saya meminta muatan lokal kebetawian diajarkan di pendidikan dasar kita karena budaya Betawi begitu kaya,” ujarnya.
Bukan hanya pada aspek pendidikan, Gubernur Pramono juga mengajak masyarakat aktif memberdayakan ekonomi kreatif berbasis budaya Betawi sebagai bagian dari upaya pelestarian. Ia menilai, pelaku UMKM perlu dibekali kemampuan pengemasan, pemasaran dan strategi penjualan agar produk budaya Betawi semakin kompetitif.
“Tentu saja agar UMKM kita mulai belajar mengenai bagaimana pengemasan yang baik, penjualan yang baik, dan pemasaran yang baik,” paparnya.
Terkait sosok MH Thamrin yang merupakan Pahlawan Nasional, Gubernur Pramono Anung mengajak masyarakat Jakarta untuk meneladani nilai-nilai perjuangannya, terutama dalam menjunjung keadilan dan martabat bangsa.
“MH Thamrin adalah Pahlawan Nasional yang mengingatkan kita bahwa Betawi bukan hanya soal budaya, tetapi juga melahirkan pejuang yang menjunjung tinggi keadilan dan martabat bangsa,” ujarnya.
Karena itu, Gubernur Pramono Anung juga menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh Betawi, tokoh masyarakat, alim ulama, budayawan, serta seluruh warga yang hadir dalam Silaturahmi Akbar Kaum Betawi tersebut.
“Bahkan melalui acara ini, saya berharap kita semua dapat terus merawat warisan budaya Betawi dan menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budayanya,” katanya.
Sementara itu Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo, yang akrab disapa Foke, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung beserta jajaran yang telah hadir dan memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Gubernur, Bang Anung, dan seluruh jajaran yang telah membantu memfasilitasi serta bersedia hadir bersama kami. Kehadiran ini semakin memperkuat makna silaturahmi kita sore hari ini,” tegas Foke.
Ajang Silaturahmi Akbar Kaum Betawi turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, ulama serta tokoh-tokoh Betawi. © RED/AGUS SANTOSA