JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sungguh tak disangka-sangka suasana aman, damai, tenang serta nyaman yang semula dirasakan warga penghuni komplek ERAMAS 2000 Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, mendadak berubah dalam beberapa bulan terakhir.
Sampai-sampai ada salah satu Ketua RT ingin mengundurkan diri, yakni sejak kehadiran 4 dapur dan gudang dari program Makan Bergisi Gratis (BMG) di perumahan berkelas ini. Pasalnya, warga sempat mencurigai, baik Ketua RT maupun RW-nya “bermain” dengan pengusaha MBG yang tidak meminta persetujuan warga terlebih dulu.
Untuk mensikapi terhadap berdirinya kegiatan ke-4 dapur dan gudang MBG, puluhan warga dari Perumahan ERAMAS 2000 ramai-ramai memprotes keberadaan tempat tersebut. Bahkan warga membentangkan spanduk di depan salah satu dapur yang sedang direhab oleh beberapa tukang bangunan.
Dari spanduk yang dibentangkan di pintu masuk, warga meminta dukungan tandatangan kepada para penghuni komplek tersebut.
Puluhan warga yang menggelar aksi di depan dapur MBG keempat di Blok E2 RT 001, RW 15 Pulogebang menyatakan keberatan lingkungan permukiman mereka bermunculan dapur dan gudang MBG.
“Apalagi sejauh ini warga tidak pernah dimintai persetujuan. Herannya, kok tiba-tiba muncul gudang dan dapur MBG yang sangat mengganggu ketertiban dan ketenangan warga,” tegas Ahmad Hidayat selaku Ketua RW 15 yang ditemui wartawan di lokasi aksi protes, Minggu (22/2/2026).
Masih menurut kepala lingkungan tingkat RW tersebut, pihaknya hampir setiap hari kedatangan warga yang memprotes kemunculan 4 gudan dan dapur MBG di wilayah mereka. Apalagi dengan banyak dampak soal keamanan, kenyamanan dan juga kebersihan lingkungan.
“Sebagai buktinya untuk satu dapur saja, mempekerjakan sekitar 60 orang. Termasuk sopir yang mondar-mandir mengangkut bahan maupun paket MBG, aktivitasnya mengganggu lingkungan,” tutur Fathulah, warga yang datang ke lokasi untuk ikut memprotes.
Pada bagian lain lagi, lanjut Fathulah, hal itu bikin kondisi pasokan air perpipaan warga jadi jauh berkurang. Belum lagi soal sampah dan aktifitas yang dirasakan sangat mengganggu lingkungan. Sebab, di wilayahnya bukan tempat industri atau usaha. Murni untuk tempat tinggal.
Kembali dijelaskan Ketua RW 15 Achmad Hidayat dan Ketua RT 001 Dede Edy Sutisna pada saat menggelar aksi sebelumnya, pihak pengelola Yayasan SUG sudah sempat bermusyawarah dengan warga.
“Sedangkan pihak yayasan waktu itu, sudah berjanji akan memenuhi aspirasi warga. Namun, nyatanya proses pembangunan dapur keempat tetap jalan terus,” jelas Dede.
Melalui pemantauan wartawan POSBERITAKOTA di lapangan bahwa sejumlah titik perumahan, terutama Taman Perumahan ERAMAS 2000 dipasang sejumlah spanduk bertuliskan: “Di sini Kawasan Permukiman Dilarang untuk Kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Warga Eramas 2000 Tolak SPPG di Permukiman”.
Tidak ketinggalan warga juga membuat spanduk petisi dan meminta dukungan dari warga lainnya. Mereka juga meminta dan sekaligus mendesak agar jajaran Pemkot Jakarta Timur menindak tegas pembangunan 4 dapur dan gudang MBG.
Sementara itu Walikota Jakarta Timur, Munjirin, mengaku telah mengetahui adanya protes warga, terkait keberadaan atau kemunculan 4 dapur dan gudang MBG di Perumahan ERAMAS 2000 Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.
“Pihak Pemkot Jaktim tetap memberi atensi. Bahkan sudah meminta agar kelurahan dan kecamatan setempat, secepatnya menangani untuk memberikan solusi terbaik,” ucap Munjirin yang dihubungi wartawan, Minggu (22/2/2026). © RED/AGUS SANTOSA

