KOTA BEKASI (POSBERITAKOTA) – Jika dirimu tengah dilanda sakit janganlah bersedih. Kenapa? Sebab, boleh jadi itu merupakan cara Allah SWT, menyanyangi dirimu. Sedangkan Rasulullah SAW menyebutkan, jika dirimu sabar, sakit itu sejatinya adalah kafarah (penggugur dosa).
Sebaliknya, jika dirimu sehat, maka banyaklah bersyukur. Sebab, sehat itu mahal. Apalagi menjaga kesehatan (lahir batin), juga merupakan amanah dari Allah SWT.
Belajar dari sosok kehidupan seorang pemulung tua renta berusia 70 tahun, Mak Caiyem binti Karta yang kini tergolek lemas karena mengindap penyakit cukup serius. Selain didera penyakit asam lambung akut, juga ada gangguan pada jantung.
Sehat itu ternyata nikmat yang kerapkali kita lupakan. Padahal, tubuh yang sehat bukan hanya anugerah, tetapi amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dengan baik. Tentu sebagai bentuk penghormatan dan tanggungjawab.
Pemulung berstatus janda lanjut usia, Mak Caiyem kini tinggal di kontrakan rumah petak sangat sederhana, di Kampung Kalimanggis Jatikarya Jatisampurna Kota Bekasi. Bahkan bersama keluarga pemulung lain dari berbagai daerah.
Kemarin, Rabu 4 Maret 2026, Pengurus Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan membawa Mak Caiyem berobat ke dokter klinik. Bukan sekadar tindakan medis, melainkan upaya menyelamatkan nyawa. Tentu saja tanpa memandang status sosial, ekonomi atau kemampuan bayar.
Sebab, respon gerak cepat (Gercep) untuk mengobati Mak Caiyem adalah bentuk perwujudan tertinggi dari rasa peduli, martabat manusia dan solidaritas sosial. Oleh karenanya, teruslah melayani kasih tak berkesudahan.
Sementara itu melihat realitas kehidupan dari Mak Caiyem, timbul gumaman dalam hati. Ke mana saja dan apa fungsi dinas sosial yang ada di wilayah Pemkot Bekasi? Atau lebih jauhnya, jangan dong, Walikota Bekasi sampai ‘tutup mata’ melihat persoalan sosial yang ada dan terus berkembang di wilayahnya. © RED/AGUS SANTOSA