JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Perumda Dharma Jaya berencana membangun kandang sapi baru yang berada di kawasan Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Dari fasilitas tersebut ditargetkan mampu menampung hingga seribu ekor sapi pada tahap awal.
Penegasan tersebut diungkapkan Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, saat menggelar acara buka puasa bersama media, bertempat di Hotel Mercury, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026) malam.
Dikatakan Raditya bahwa pembangunan kandang tersebut, diharapkan pula menjadi solusi atas keterbatasan lahan yang saat ini dimiliki perusahaan daerah tersebut. Pada 2026 ini pihaknya menargetkan pemasukan sapi hidup hingga 10.000 ekor. Namun kuota yang diberikan Kementerian Pertanian hanya 7.500 ekor.
“Sedangkan dari 7.500 ekor sapi, yakni dengan kondisi Dharma Jaya yang sekarang, kami baru bisa mendatangkan sekitar 3.119 ekor. Jadi, bukan karena takut tidak laku. Tapi, karena keterbatasan tempat,” jelasnya untuk menjawab pertanyaan wartawan.
Lebih lanjut Raditya memaparkan bahwa Dharma Jaya sebenarnya memiliki lahan seluas 12 hektare di Serang yang secara kapasitas mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi. Hanya saja peruntukan lahan tersebut telah berubah, sehingga tidak lagi dapat digunakan sebagai kandang.
“Saat ini peruntukan tanahnya sudah berubah. Yang tadinya boleh sebagai kandang, tapi sekarang hanya boleh untuk agrowisata. Maka itu, kandang yang ada, jelas tidak bisa diperlebar atau ditambah,” urainya, lagi.
Apapun sebagai alternatif, pihaknya akan menggunakan lahan milik Pemprov DKI di Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Bahkan, kawasan itu memiliki luas total sekitar 100 hektare, dimana sekitar 20 hektare telah digunakan oleh lembaga pemasyarakatan.

Sementara itu dari sisa sekitar 70 hektare lahan, Dharma Jaya berencana memanfaatkan sekitar 40 hektare untuk pengembangan kawasan peternakan.
“Pada awalnya kami akan bangun kandang dulu dan gudang pengolahan pakan. Namun kedepannya, rencana bakal dijadikan kawasan terintegrasi,” ungkapnya, panjang lebar.
Ditambahkan Raditya bahwa kawasan tersebut nantinya juga akan dilengkapi Rumah Potong Hewan (RPH) dan fasilitas cold storage. Bahkan, RPH yang saat ini berada di Cakung, berpotensi ditutup, karena ingin dipindahkan ke Ciangir.
“Alasannya, karena di Jakarta sudah terlalu padat. Kalau di Ciangir lebih jauh dari permukiman sehingga lebih ideal untuk operasional,” katanya.
Diungkapkan Raditya terkait rencana pembangunan kandang di Ciangir, juga telah dilaporkan dan mendapat dukungan dari Gubernur DKI Pramono Anung dan Wagub Rano Karno.
Tentu dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, Dharma Jaya berharap kapasitas pemasukan sapi dapat meningkat hingga 1.000 ekor dalam satu periode pengadaan.
“Jika bisa langsung masuk 1.000 ekor, prosesnya akan lebih cepat. Dan, kami bisa minta tambahan lagi, sehingga target 10.000 ekor nantinya bakal tercapai,” pungkas Raditya. © RED/AGUS SANTOSA

