PosBeritaKota.com
Opini Syiar

Kedewasaan Seringkali Tidak Datang dari Usia Semata, MAKA KITA BELAJAR Menerima dalam Kehidupan

OLEH : TAUFAN HIDAYAT

DALAM perjalanan hidup, kedewasaan seringkali tidak datang dari usia semata, melainkan dari kemampuan memahami manusia lain secara utuh. Kita mulai menyadari bahwa setiap orang membawa kisah, luka, dan harapan yang tidak selalu terlihat. Dari sanalah tumbuh kepekaan, empati, dan kesadaran bahwa menerima adalah bagian dari ibadah yang menenangkan jiwa.

Semakin bertambah usia, hati kita perlahan diajak untuk memahami bahwa manusia bukanlah lembaran kosong yang baru ditulisi hari ini. Setiap orang yang kita temui membawa jejak masa lalu, luka yang mungkin belum sembuh, serta harapan yang diam-diam mereka jaga. Ada yang tampak kuat, padahal sedang menahan runtuh. Ada yang terlihat biasa saja, padahal menyimpan kisah yang luar biasa berat. Kesadaran ini mengajarkan kita untuk tidak tergesa menilai, sebab yang tampak di permukaan seringkali hanya sebagian kecil dari kenyataan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa manusia diciptakan beragam, bukan untuk saling menjatuhkan, tetapi untuk saling mengenal dan memahami. Firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah SWT ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).

Ayat ini seakan menjadi pelita bagi hati yang ingin belajar menerima. Bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk menjauh, melainkan jembatan untuk mendekat. Setiap latar belakang, setiap luka, setiap perjalanan hidup adalah bagian dari takdir yang Allah SWT izinkan terjadi, dan di dalamnya terdapat hikmah yang seringkali hanya bisa dipahami dengan hati yang lapang.

Rasulullah SAW ﷺ pun mengajarkan kita untuk menghadirkan kelembutan dalam memandang manusia. Dalam sebuah hadis beliau bersabda:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi kalian.” (HR. Tirmidzi)

Betapa dalam pesan ini, bahwa kebaikan sekecil apa pun yang kita berikan kepada sesama tidak pernah sia-sia. Terkadang, yang membuat seseorang mampu bertahan dalam kerasnya hidup bukanlah solusi besar, melainkan sentuhan kecil berupa perhatian, pelukan makna, atau sekadar sikap menerima tanpa menghakimi.

Menerima bukan berarti menyetujui semua hal, tetapi memahami bahwa setiap orang sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Ada yang sedang belajar berdamai dengan masa lalu, ada yang berusaha bangkit dari kegagalan, dan ada pula yang sedang menata ulang hidupnya dari titik terendah. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran kita sebagai manusia yang mampu merangkul bisa menjadi cahaya kecil di tengah gelapnya perjalanan mereka.

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka berkat rahmat dari Allah SWT engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS. Ali Imran: 159).

Ayat ini mengajarkan bahwa kelembutan adalah kunci untuk merangkul hati manusia. Bukan kekerasan, bukan pula penilaian yang terburu-buru. Bahkan Rasulullah SAW ﷺ yang maksum pun diperintahkan untuk bersikap lembut, apalagi kita yang penuh kekurangan. Maka sudah sepatutnya kita belajar untuk menghadirkan ketenangan bagi orang lain, bukan menjadi sebab luka baru.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita lupa bahwa kata-kata sederhana bisa menjadi penyembuh atau justru menjadi luka. Sikap kecil seperti mendengarkan tanpa memotong, memahami tanpa menghakimi, dan menerima tanpa syarat adalah bentuk ibadah yang mungkin tidak terlihat, tetapi sangat berarti di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW ﷺ juga bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan standar tertinggi dalam berinteraksi dengan sesama. Bahwa kita tidak hanya diminta untuk tidak menyakiti, tetapi juga untuk menghadirkan kebaikan sebagaimana kita menginginkannya bagi diri kita sendiri. Inilah esensi dari merangkul- memberikan rasa aman, memberikan tempat bagi orang lain untuk menjadi dirinya tanpa rasa takut.

Pada akhirnya, kedewasaan bukanlah tentang siapa yang paling benar, tetapi siapa yang paling mampu memahami. Bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling mampu menguatkan. Dan seringkali, kekuatan terbesar seseorang lahir dari rangkulan kecil yang tulus, dari hati yang menerima tanpa syarat, dan dari kasih sayang yang tidak menghakimi.

Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah SWT lembutkan hatinya, yang mampu melihat lebih dalam daripada sekadar apa yang tampak, dan yang diberi kemampuan untuk menjadi sebab kebaikan bagi orang lain. Karena bisa jadi, satu sikap menerima dari kita adalah alasan bagi seseorang untuk tetap bertahan, dan itu menjadi amal yang tak pernah kita sangka nilainya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. (***/goes)

(PENULIS : TAUFAN HIDAYAT adalah Pemerhati Keagamaan dan Kehidupan, kini tinggal di Jakarta)

Related posts

Isi Kajian Tentang Sholat di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Bekasi, USTADZ HM MAKHTUM Sebut Posisi Imam Sangat Mulia

Redaksi Posberitakota

Dihadiri Kyai – Habaib – Pelawak, GABUNGAN MAJELIS TAKLIM SE-KOTA DEPOK Gelar Event Akbar Sambut Isra Miraj & Bulan Ramadhan

Redaksi Posberitakota

Malah Dijamin Bisa Sampai Lulus, HAFIZ QUR’AN Yuk Daftar Kuliah Gratis di BSI Sukabumi

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang