PosBeritaKota.com
Megapolitan Top News

MRT Jadi Faktor Kunci, PEMPROV DKI Segera Percepat Revitalisasi Kawasan Kota Tua

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pengembangan transportasi publik terintegrasi, khususnya MRT Jakarta, diproyeksikan menjadi faktor kunci dalam mentransformasi kawasan Kota Tua.

Karenanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mempercepat revitalisasi kawasan tersebut sebagai pusat sejarah, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Penegasan di atas disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri kegiatan Intimate Dialogue Kota Tua Update yang digelar di Balaikota Pemprov DKI, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2026).

“Sedangkan game changer Kota Tua adalah MRT. Ketika MRT tersambung hingga Kota Tua pada 2029, kawasan ini akan berubah secara signifikan. Karena itu, konsep transit-oriented development (TOD) sudah kami siapkan sejak sekarang, termasuk kemudahan akses transportasi,” kata orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut.

Disebutkan Gubernur Pramono Anung bahwa selain MRT, Pemprov DKI pun mendorong elektrifikasi jalur kereta eksisting yang menghubungkan kawasan utara Jakarta, termasuk rute menuju Tanjung Priok dan Jakarta International Stadium (JIS). Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas sekaligus menekan emisi.

Masih menurut Gubernur Pramono Anung, pemanfaatan jalur lama menjadi kereta listrik akan memberikan dampak signifikan terhadap sistem transportasi di wilayah utara Jakarta.

“Rutenya kurang lebih 16 kilometer pada tahap awal, selanjutnya sekitar 28 kilometer pada tahap berikutnya. Ini bukan pembangunan baru, melainkan pemanfaatan jalur kereta nonlistrik menjadi listrik,” ungkapnya.

Pada bagian lain lagi, Gubernur Pramono Anung juga menekankan pentingnya menjaga kawasan cagar budaya di Jakarta. Termasuk Kota Tua, Pasar Baru dan Glodok (Pecinan) serta rencana pembangunan Museum Peranakan sebagai bagian dari penguatan identitas sejarah Jakarta.

“Jadi, warisan budaya di Kota Tua dan sejumlah kawasan cagar budaya harus tetap terawat dengan baik. Masa depan Jakarta ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu, karena keduanya akan menjadi daya tarik utama kota ini,” katanya.

Ditambahkannya terkait revitalisasi Kota Tua dilakukan secara bertahap dan terencana, yakni dengan pendekatan yang inklusif agar dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui kesempatan ini, saya menginginkan pembangunan dilakukan secara bertahap dan konsisten, sehingga Kota Tua dapat menjadi destinasi wisata yang inklusif bagi semua kalangan,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan revitalisasi Kota Tua merupakan langkah strategis untuk mengembalikan identitas Jakarta sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya.

“Keberadaan Kota Tua adalah titik awal peradaban Jakarta, dari era Sunda Kelapa hingga menjadi Jayakarta. Revitalisasi ini bukan pilihan, melainkan keharusan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global,” jelasnya.

Selanjurnya, Wagub Rano Karno juga menegaskan bahwa pengembangan Kota Tua mengacu pada empat pilar utama. Masing-masing meliputi sebagai pusat edukasi (education hub), ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata serta kawasan berbasis transportasi terintegrasi (transit-oriented development).

“Adapun keempat pilar ini harus berjalan sebagai satu kesatuan. Kita tidak membangun secara parsial, tetapi membangun ekosistem yang utuh dan berkelanjutan,” urainya.

Wagub Rano Karno menilai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sangat penting, mengingat kepemilikan aset Pemprov DKI di kawasan tersebut masih terbatas.

“Keberhasilan revitalisasi sangat bergantung pada kolaborasi dengan pemilik aset, pelaku usaha, dan mitra strategis. Kami ingin menghadirkan ekosistem yang visible, viable, dan profitable, sehingga memberikan kepastian, kemudahan, dan daya tarik bagi investasi yang berkelanjutan,” ucapnya.

Dikatakan Wagub Rano Karno, dirinya juga berencana berkantor di kawasan Kota Tua sebagai bentuk keseriusan Pemprov dalam mengawal langsung proses revitalisasi. Selain itu, telah dibentuk kelompok kerja lintas sektor untuk mempercepat koordinasi dan implementasi program.

Untuk revitalisasi tahap awal akan difokuskan pada zona inti, termasuk kawasan Museum Bahari dan Alun-alun Fatahillah. Penataan area parkir dan pedagang kaki lima (PKL) juga menjadi prioritas guna menciptakan kawasan yang tertib tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kedepan, Pemprov DKI Jakarta membuka opsi pengembangan transportasi rendah emisi, seperti trem di kawasan Kota Tua, yang akan diintegrasikan dengan jaringan MRT.

Atas dasar itu semua, Wagub Rano Karno optimistis kawasan Kota Tua akan berkembang menjadi destinasi wisata berkelas dunia yang hidup, produktif dan inklusif. Selain itu juga sekaligus menjadi simbol kebanggaan Jakarta dalam menyambut 500 tahun usia kota pada 2027 mendatang. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Siap Buka-bukaan Soal Formula E, ANIES BASWEDAN Sebut Dirinya Dipanggil KPK pada Rabu Besok

Redaksi Posberitakota

Terlalu, DIDUGA ADA WARGA & OKNUM PEDAGANG Buang Sampah Sembarangan di Pintu Gerbang VGH Kebalen

Redaksi Posberitakota

Bagi 189 Badan Publik Informatif, KOMISI INFORMASI DKI Wajibkan Kebijakan yang Bersifat Mengikat

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang